Kapolda: Unilak Sangat Siap Dalam Pencegahan Karhutla

Wagubri Buka Pelatihan Pencegahan Karhutla

Rektor Unilak, Wagubri, dan Kapolda Riau saat memasuki tempat pelaksanaan pelatihan pencegahan Karhutla di Unilak.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dalam upaya mendukung program pemerintah terhadap pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan kebakaran hutan dan lahan serta pencegahan kebakaran gedung. Helat ini bekerjasama dengan PT RAPP.

Pelatihan dibuka Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rektor Unilak Dr.Junaidi.SS.MHum, jajaran wakil rektor, dekan, dan GM SHR PT RAPP, Wan Jakh.

Pelatihandiikuti 200 mahasiswa, dan 50 anggota security serta pegawai. Materi yang diberikan diantaranya pengetahuan tentang gambut, peralatan pemadam, teknik, dan strategi memadamkan api.

Edy Nasution dalam arahannya mengatakan,
wilayah Riau yang luasnya 815 ribu km memiliki sebaran gambut sekitar 5 juta ha atau setara 57 persen dari seluruh luas Provinsi Riau. Hal ini membuat potensi Karhutla menjadi tinggi. 2019 situasi Karhutla sangat luar biasa.

Baca Juga :  Dua Jam Terdaftar di BPJS, Perawatan Oki Ditanggung Sampai Sembuh

Selama bencana asap, Pemprov Riau sudah berupaya yang terbaik untuk usaha penanggulangan. Tidak mengenal hari libur, baik Manggala Agni, BPBD termasuk relawan terus berkerja, langkah lain dengan menggelar operasi penanggulangan Karhutla.

“Sekarang ini Riau statusnya siaga darurat yang ditetapkan mulai tanggal 11 Februari hingga 31 Oktober 2020. Sebelumnya status tersebut sudah ditetapkan di Bengkalis, Dumai dan Siak,” kata Edy Nasution.

Dengan status siaga darurat itu, jelas Edy Nasution, kita bisa leluasa mengambil langkah untuk penanggulangan. Sebab, penyelesaian bencana asap tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus bersama-sama.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi Covid-19, Bumdesa MJ Pakning Asal Produksi Hand Sanitizer

Apa yang dilakukan hari ini, sambung Edy Nasution, juga bagian dari efektivitas penanggulangan Karhutla.
Artinya, Pemprov Riau sudah melakukan yang terbaik.

“2019 lalu, titik api tidak pernah lebih tinggi dari Sumsel dan Jambi. Tapi gaungnya asap paling besar ada di Riau. BMKH mengatakan angin bertiup dari Selatan ke Utara. Kondisi angin kemudian membelok, sampai di Riau dan berhenti.
Titik api kecil, asap besar. Ini tidak mudah kita beri pemahaman, tapi faktanya masyarakat merasakan asap itu tebal. Lalu kita membangun komunikasi dengan pemerintah Provinsi Jambi dan Sumsel untuk bersinergi menanggulangi Karhutla,” ujar Edy Nasution.

Baca Juga :  Masuk Nominasi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, Ketua PSSI Kunjungi Stadion Utama Riau

Sementara itu Kapolda Riau Irjen Pol Agung Imam Setya Effendi menyebutkan,
dia melihat Unilak sudah sangat siap dalam upaya pencegahan Karhutla. Untuk itu, Kapolda sangat mengapresiasi hal ini.
Apalagi saat ini secara nasional terdapat 11 titik api, 6 di antaranya berada di Riau.
Masyarakat Riau tentu tidak mengharapkan lagi bencana Karhutla ini.

Dijelaskan Kapolda, relawan yang dikirim ke lokasi sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman.
Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, menuju Pulau Rupat, Bengkalis, guna memadamkan api di lahan gambut.

“Rekan-rekanlah relawannya,
selamat bertugas dan berlatih, kita bertemu di lapangan,” ujar Kapolda. (RK7)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *