Berkat Benda Ini, 2 Pembakar Lahan di Rohil Ini tak Dapat Mengelak

Dua pembakar lahan di Rohil.

RiauKepri.com, ROHIL- Je (23) dan HS alias Opung (55) tak dapat mengelak, tersangka pembakar lahan di Rokan Hilir (Rohil) ini terpantau berkat aplikasi Dasbor Lancang Kuning yang dibuat polisi, dan ketahuan 6 haktare lahan terbakar.

“Dua tersangka inisial Je (23) dan HS alias Opung (55) diduka membakar lahan seluas 6 hektare di Kecamatan Pujud dan Simpang Kanan,” ujar Kapolres Rokan Hilir AKBP Muhammad Mustofa kepada wartawan.

Mustofa menceritakan, awalnya anggota polisi yang siaga melihat informasi dari aplikasi Dasbor Lancang Kuning, menunjukkan adanya titik api dari kebakaran lahan. Hostpot itu tepat di titik koordinat 10 53′ 8 .95″ N. 100° 24′ 6.08″* di Jalan Setia Maju Kepulauan Kota Paret Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Keinginan Masyarakat Siak untuk Umroh Meningkat

“Dengan adanya data dari aplikasi Dasbor Lancang Kuning tersebut, sejumlah anggota langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan adanya kebakaran lahan tanaman pohon karet yang sudah ditumbang dan diperun,” kata Mustofa.

Setelah diselidiki, ternyata lahan itu milik HS. Sejumlah personel bersama anggota TNI, dengan Penghulu Kota Parit dan warga setempat melakukan penyiraman dan pendinginan di lokasi kebakaran tersebut.

“Penyiraman dan pemadaman dilakukan agar tidak berpengaruh pada lingkungan hidup. Anggota yang lain mencari pelaku dan berhasil menangkapnya, yaitu HS,” kata perwira menengah jebolan Akpol 1998 ini.

Sedangkan pelaku inisial Je, warga Kepenghuluan  Sei Pinang Kecamatan  Pujud juga ditangkap berkat aplikasi tersebut. Pelaku melakukan pembakaran saat membersihkan lahan kelapa sawit miliknya.

Baca Juga :  30 Hari Kedepen Perwakilan BPK RI "Berkantor" di Siak

“Dari hasil penyelidikan, pelaku sengaja menumpukkan pelapah sawit kering dan kayu, kemudian dibakar. Saat itu angina kencang, tapi pelaku membakar dahan pelepah sawit hingga menjalar ke semak belukar seluas 6 ha terbakar,” ucap Mustofa.

Alat bukti yang disita polisi dari pelaku berupa satu buah mancis merek metro lighter, satu parang dan beberapa potong kayu bekas terbakar.

“Kedua pelaku ditahan untuk mempermudah proses penyidikan. Kami tak berhenti mengimbau agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap hari anggota kita patrol untuk memantau kondisi lahan di Rokan Hilir agar tidak terjadi kebakaran,” tegas Mustofa.

Aplikasi Dashboard Lancang Kuning merupakan sistem penanganan kebakaran hutan secara terukur, terstruktur dan efisien. Aplikasi ini terintegrasi dengan 4 satelit yakni Terra, Aqua, Lapan, dan Noaa.

Baca Juga :  Sengketa Informasi Publik, Kejari Rohil Tolak Disidangkan KI Riau

Aplikasi ini dapat memberikan informasi karhutla secara akurat untuk mendeteksi titik koordinat hotspot dan melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman. Aplikasi Lancang Kuning telah diunduh oleh lebih dari 6.000 pengguna.

Aplikasi ini dapat menjadi rujukan untuk memobilisasi petugas di lapangan, peralatan dan sumber daya lain yang digunakan untuk keperluan pemadaman. Anggaran penanganan karhutla juga bisa mengacu pada data dari aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi ini, proses pemadaman dapat lebih efektif, transparan dan akuntabel.

Selama Aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini diterapkan sejak Oktober 2019, terbukti dapat dengan efektif mencegah karhutla meluas lebih besar. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *