Nyat Kadir Minta Presiden Pertimbangkan Kembali Pembangunan RS Khusus Corona di Batam

Nyat Kadir.

RiauKepri.com, BATAM –Anggota Komisi VI DPR RI, Drs H Nyat Kadir meminta presiden mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Rumah Sakit khusus virus corona di Kamp Vietnam, Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Pertimbangan itu didasari karena Kamp Vietnam merupakan situs sejarah dan Objek Wisata di Kota Batam

“Kamp Vietnam ini merupakan situs sejarah dan menjadi objek favorit pariwisata yang ada di Kota Batam. Banyak wisatawan manca negara dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam,” katanya.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam menegaskan sebaiknya rencana pembangunan Rumah Sakit Penyakit Menular yang dimaksud presiden dibangun di tempat yang bukan objek wisata. Tapi di tempat yang tersembunyi dan sepi dari penduduk dan wisatawan serta tidak harus di Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Tinjau KEK Galang Batang, Nurdin Minta Lingkungan Terjaga dengan Standar Internasional

“Saya minta presiden mempertimbangkan kembali dan mencari tempat yang lain, sepi dari penduduk atau jauh dari pemukiman dan belum ada bangunan. Saya kira hal itu perlu sehingga rasa kecemasan, kekuatiran dari segenap masyarakat tidak terjadi. Kan Indonesia ini banyak pulau kosong dan tidak hanya di Kepulauan Riau saja,” tegasnya.

Namun demikian, politisi Partai NasDem dapil Kepri ini juga menyampaikan rasa salutnya kepada pemerintah pusat atas perhatian dan kepeduliannya terhadap rakyat dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk memerangi virus corona yang sedang merebak dan meresahkan ini. Tujuannya tentu untuk melindungi segenap Rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Yakin Ekonomi Berkembang dengan Memanfaatkan dan Mengelola Pariwisata

Seperti diketahui, Kamp pengungsi Galang adalah tempat pengungsian orang Vietnam yang pada tahun 1979 – 1996 sering dikenal sebagai manusia sampan. Kamp ini berada di Pulau Galang di bagian selatan pulau Batam dengan jarak lebih kurang 7 km. Selama kurun waktu 7 Tahun.
lembaga UNHCR, PBB mengumpulkan para pengungsi perang Vietnam ini, yang tersebar di beberapa pulau seperti: pulau Natuna, Terempa, Pulau Anambas dan sekitarnya menjadi satu di tempat ini.

Kamp ini dulunya mempunyai beberapa macam fasilitas, seperti klinik PMI, kantor administrasi dari PBB, tempat pendidikan anak-anak, makam, penjara dan lainnya.

Baca Juga :  Belum Sebulan, PWI Anambas Sudah Memberi 'Warna'

Tempat ini kemudian ditutup oleh PBB secara resmi pada tahun 1997 dan pada tahun 2000, Kemp berganti nama menjadi Wisata Sejarah Galang Batam, kenang anggota Mahkamah Kehormatan DPR RI ini. (RK2)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *