Pelatihan Sepi Peminat, Disnakertrans Dumai Perpanjang Pendaftaran

Sekretaris Disnakertras Dumai MT Parulian Siregar SE

RiauKepri.com, DUMAI- Pelatihan Kerja sepi peminat. Disnakertrans Dumai pun akhirnya memperpanjang pendaftaran bagi peserta.

Seperti diketahui, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai menggelar pelatihan kerja khusus bagi masyarakat kurang mampu.

Pendaftaran dibuka satu bulan penuh terhitung sejak 5 Februari s/d 5 Maret 2020, pada hari kerja Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Hanya saja, pelatihan tersebut sepi peminat.

“Pendaftaran terpaksa diperpanjang,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai H Suwandi melalui Sekretaris MT Parulian Siregar SE kepada riaukepri.com di ruang kerjanya Jumat siang tadi.

Sebelumnya Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertras Dumai Muhammad Fadhly SH menjelaskan Informasi Pelatihan sudah ditempel di sejumlah tempat strategis di kota Dumai.

“Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Disnakertrans Kota Dumai memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat kota Dumai untuk mengikuti pelatihan ini,” jelas Fadhly.

Baca Juga :  Kepada LAMR, Wamen Setuju Daerah Ikut Kelola Blok Rokan

Ada lima bidang pelatihan yang akan dilaksanakan Disnakertrans Dumai. ‘Untuk pelatihan kerja yang ini sasarannya masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya.

Ada pun jenis pelatihan tersebut diantaranya Pelatihan Rewinding Motor listrik 1 paket (16 orang), Pelatihan Montir Sepeda Motor 1 paket (16 orang) dan Pelatihan Pertukangan Kayu (Meubeleir) 1 paket (16) orang.

Untuk tiga jenis pelatihan tersebut, calon peserta harus melengkapi syarat-syarat pendaftaran diantaranya; laki-laki usia 17 tahun, maksimal 35 tahun, foto copy ijazah transkrip nilai SMA/SMK sederajat 2 lembar, foto copy KTP Dumai 2 lembar, pas foto terbaru warna ukuran 3×4 lima (5) lembar.

Kemudian calon peserta mengisi surat pernyataan bermaterai, tidak cacat fisik dan mental serta memiliki minat dan kemauan yang tinggi.

Selanjutnya pelatihan pangkas rambut 1 paket 16 orang dan pelatihan pemanfaatan kain perca 1 paket juga 16 orang.

Baca Juga :  Begini Cara Mahasiswa Unilak Atasi Sampah di Area CFD

Syarat pendaftaran untuk mengikuti dua jenis pelatihan ini syaratnya hampir sama yakni usia 17 tahun, maksimal 40 tahun.

Membawa fotocopy KTP Dumai 2 lembar, melampirkan ijazah terakhir (jika ada) 2 lembar, pas foto terbaru warna ukuran 3×4 lima (5) lembar, tidak buta warna dan buta huruf, dapat membaca dan menulis, memiliki minat dan kemauan yang tinggi serta tidak cacat fisik dan mental.

“Khusus pelatihan Pangkas Rambut peserta adalah laki-laki, dan khusus pelatihan pemanfaatan kain perca peserta adalah perempuan,” jelas Fadhly.

Sementara untuk prosedur pendaftaran, calon peserta membawa fotocopy KTP Dumai 2 Lembar, ijazah 2 lembar serta pas foto terbaru warna 3×4 sebanyak lima lembar dan mengisi formulir pendaftaran.

“Pendaftaran datang sendiri ke tempat pendaftaran dan tidak boleh diwakilkan,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa diwaktu dan pelaksanaan test akan diberitahukan kemudian.

Baca Juga :  Polisi Temukan 11 Pucuk Pistol dan 325 Pelor di Rumbai

“Sewaktu-waktu pendaftaran akan ditutup jika kuota pendaftaran telah dipenuhi,” terangnya.

Informasi yang diterima riaukepri.com menyebutkan pelatihan dilaksanakan merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kota Dumai khususnya terhadap masyarakat kurang mampu menjadi wirausaha sesuai bidangnya sehingga dapat menekan angka pengangguran di Kota Dumai.

“Kita akan memasang tenda dalam acara pembukaan di depan kantor ini. Sejumlah instansi dan pengusaha kita undang,” tambahya.

Hanya saja hingga Rabu (04/03/2020) pendaftar masih minim. Sesuai data yang diperoleh riaukepri.com di kantor Disnakertrans yang mendaftar untuk mortir sepeda motor baru 3 orang, motor listrik 3 orang, pangkas rambut 9 orang, pelatihan kain perca 10 orang sedangkan untuk peserta pelatihan meubeler hanya 4 orang yang mendaftar.

“Sebaiknya kesempatan seperti ini dimanfaatkan, masyarakat dengan aebqik-baiknya” kata Sulaiman, seorang warga Dumai. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *