Tekan Wabah Virus Covid-19, Pekerja Perusahaan di Dumai Dicek Kesehatan

Sekertaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar SE didampingi Kabid HI dan Syaker Irwan S.Sos memberikan keterangan kepada Riau-Kepri.com terkait penanganan penyebaran virus covid 19 di perusahaan Dumai Selasa.

RiauKepri.com, DUMAI– Antisipasi laju penyebaran virus covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata. Tapi, semua pihak harus berperan dan turut berpartisipasi.

Tidak terkecuali perusahaan di Dumai, diminta untuk proaktif menekan bagaimana agar virus mematikan itu untuk tidak terus meluas. Kesehatan pekerja harus dicek secara rutin.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai MT Parulian Siregar SE, menegaskan langkah-langkah pencegahan untuk menekan laju penyebaran virus corona Covid-19 di perusahaan Dumai harus dilakukan.

“Kesehatan pekerja harus dicek secara rutin. Jika suhu tubuh diatas normal, harus diistirahatkan dan dirawat. Tapi gaji harus tetap dibayar,” tegas Parulian Siregar didampingi Kabid HI dan Syaker Irwan S.Sos kepada Riau-Kepri.com Selasa (24/03/2020).

Dalam kesempatan itu, Parulian minta Irwan untuk menghubungi perusahaan agar membuat laporan tentang langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona yang sudah dilakukan di perusahaan.

Baca Juga :  Disaksikan Gubri, Wakapolri Gatot Dikukuhkan Jadi Ketum Masyarakat Riau Jakarta

“Tak usah kumpul-kumpul, cukup hubungi via telepon bagaimana perusahaan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 ini di perusahaan,” pintanya.

Apa yang dianjurkan Sekretaris Disnakertrans Dumai langsung ditindaklanjuti Irwan dengan menghubungi managemen perusahaan.

Ternyata kata Irwan, kepada Riau-Kepri,sejumlah perusahaan di Dumai memang sudah menyediakan alat untuk antisipasi penyebaran virus Corona di perusahaan. “Sudah, sejumlah perusahaan sudah membuat laporan, termasuk dokumentasi alat yang disediakan juga dikirim,” kata Irwan.

Kalau industri di stop dengan merumahkan seluruh pekerja ditengah merebaknya penyebaran Corona bukan solusi yang tepat.

Karena kata Parulian, kalau sempat industri tak beroperasi lantaran pekerja tak bekerja akan berdampak sangat luar biasa, khususnya terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Surat Kesiapan Sekolah Tatap Muka Bukan Survei, Disdik Diminta Tarik Surat Tersebut

“Coba kita bayangkan, kalau industri CPO tak beroperasi, berapa banyak supir yang tak bekerja, begitu juga masyarakat petani sawit tak lagi panen. Ini salah satu dampak kalau pekerja dirumahkan,” terangnya.

Untuk itulah, Parulian berpesan perusahaan sebaiknya melakukan antisipasi dini dengan menyediakan alat deteksi suhu tubuh, melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan kontiniu di perusahaan, membudayakan cuci tangan bagi orang yang keluar masuk dari lingkungan perusahaaan.

“Bila perlu lalulintas orang ke perusahaan bisa dibatasi. Artinya kalau tak berhubungan langsung dengan produksi tak usah diizinkan masuk, cukup, melalui komunikasi telepon,” pintanya. “Catat berapa orang keluar masuk perusahaaan dan bagaimana kondisi kesehatan termasuk suhu tubuhnya,” tuturnya.

Seperti diketahui, penyebaran virus Corona bukan hanya persoalan kesehatan tapi berkaitan dengan ekonomi, politik, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Tiga Penulis Bengkalis Sumbangkan Hasil Karya ke Dinas Perpustakaan

Mengingat perusahaan merupakan tempat banyak orang berkumpul dan bertemu, dan bekerja maka bukan tidak mungkin penyebaran virus covid-19 tergolong tinggi dilingkungan itu.

Untuk itu Disnakertrans Kota Dumai minta perusahaan membuat laporan lengkap tentang langkah-langkah antisipasi yang sudah dilakukan dalam upaya menekan laju penyebaran virus Corona di perusahaan.

Sepeti dirilis penyebaran virus Covid-19 semakin meluas membuat serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) Dumai angkat bicara. Perusahaan Dumai diminta untuk merumahkan pekerja.

PLT Ketua DPC FSB Kamiparho K.SBSI Dumai Ir FA Aritonang menyebutkan untuk menahan laju peredaran Corona di Dumai sebaiknya pekerja dirumahkan, namun hak pekerja harus tetap diberikan.

Begitu juga Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Dumai Nurdin Budin S.Sos, sependapat dengan Aritonang. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *