Warga Cemas, TKI Malaysia Dipulangkan Lewat Dumai, Wako Gelar Rakor Mendadak 

GM PT Pelindo 1 Cabang Dumai Jonedi Ramli SE saat mengikuti Rakor pemulangan TKI Malaysia melalui pelabuhan Dumai yang dipimpin Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi di Media Centre Rabu malam ini.

RiauKepri.com, DUMAI- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia karena pemberlakukan kebijakan penutupan atau “lockdown” akibat pandemi COVID-19 dipulangkan melalui pelabuhan Dumai. Hal tersebut diputuskan setelah Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mendapat telpon dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Selasa malam (24/03/2020).

Mendagri memerintahkan agar Riau mempersiapkan Pelabuhan Dumai untuk kedatangan pekerja migran Indonesia dari Malaysia. Jumlah lumayan banyak antara 200 sampai 300 orang perkapal per hari.

Terkait hal itu Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi langsung memimpin rapat bersama pihak terkait di Media Centre. Rabu (25/03/2020) malam ini.

“Seperti apa persiapan dan langkah yang akan dilakukan untuk menghadapi penumpang LN (Malaysia) yang akan dipulangkan lewat pelabuhan internasional Dumai besok bg?,” tanya RiauKepri.com kepada GM Pelindo 1 Dumai Jonedi Ramli SE.

“Kami sedang rapat kan saat ini bapak, bersama walikota. Kan ada fotonya,” kata Jonedi Ramli menjawab melalui aplikasi WA Rabu malam ini.

Penunjukan kepulangan TKI dari Malaysia akibat kebijakan lockdown melalui Pelabuhan Dumai beredar luas di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Korupsi UED SP Bukit Batu, Penyidik Pidsus Kejari Bengkalis Sudah Kantongi Tiga Nama Tersangka

Kondisi itu membuat warga Kota Dumai cemas dan merasa was-was. Mereka khawatir kedatangan para TKI itu akan membawa virus Covid – 19.

Seperti diketahui, Malaysia termasuk negara pandemi COVID-19 dan tercatat sudah lebih dari 1.600 orang yang positif terinfeksi virus corona.

Seperti beredar luas di.
media, keputusan pemulangan melalui Pelabuhan Dumai dilakukan agar tidak terjadi lagi peumpukan di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun akibat kepulangan ribuan orang.

Salah seorang emak-emak di Bumiayu mengaku cemas dengan kepulangan TKI tersebut. “Cemas?. Ya iyalah. Mereka kan dikhawatirkan membawa virus corona. Harus ada antisipasi dan persiapan matang agar mereka tidak membawa virus itu dan menyebarkannya ke masyarakat Kota Dumai,” kata IRT yang tak bersedia namanya dipublis.

Hal senada dikemukakan warga lain. Bapak yang berprofesi sebagai tukang ojek di pelabuhan Dumai menyarankan agar pemulangan TKI tersebut melibatkan pemerintah daerah asal TKI. Mereka harus ikut bertanggungjawab.

Baca Juga :  Ini Ikrar Netralitas ASN Siak Sempena Pemilu dan Pilpres 2019

“Daerah asal TKI menerima dampak devisa yang dihasilkan TKI. Jangan sampai warga menerima bala dengan dijadikannya Dumai sebagai daerah transit.

Pengamat lingkungan yang juga tokoh muda Kota Dumai meminta agar sebelum keluar dari terminal Pelabuhan Dumai harus di semprot disinfektan. Kemudian di pilah-pilah mana yang sudah terpapar dan mana yang belum.

“Keluar dari terminal langsung naik bus. Jangan biarkan ada yang singgah di Kota Dumai. Karena mereka berpotensi besar membawa virus di tubuh mereka. Kalau tidak diawasi bisa jadi petaka bagi Kota Dumai,” ujar pria paruh baya itu.

Sementara Asmen Humas PT Pelindo Dumai Syafe’i menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan sterilisasi.

“Kalau dari pihak pelabuhan, melakukan sterilisasi dg cairan disinsfectan mulai dari kursi, gagang pintu, meja resepsionis, duduk dan antrian yg di jarak, sekurang2nya 1 mtr, menyiapkan hand sanityzer,” jelasnya kepada Riau-Kepri.com malam ini.

Baca Juga :  Temu Ramah DPRD dan Media Massa, Bangun Sinergitas, Membangun Dumai

Dia mengakui dari PT Pelindo Dumai mengikuti apst dengan walikota Dumai terkait TKI dipulangkan melalui kota Dumai.

“Td dari pelindo mengikuti rapat dgn walikota terkait TKI yg masuk ke Dumai, namun aku blm dpt info hasil rapat tadi. Aku takikut. “Tg ikut kalau jadi GM dg asmen ops, ” tambahnya.

Informasi terdini yang diterima riaukepri.com malam ini bahwa hasil rakor pemulangan TKI yg dipimpin walikota Dumai diantaranya;

– Pemulangan dilakulan jumat atau sampai tersedianya APD yang dibutuhkan petugas di lapangan.

– Kamis (26/3) pagi akan dilakukan simulasi di Pelabuhan.

– Sebelum pulang, tim KKP akan berangkat ke Malaysia untuk mengecek kondisi seluruh TKI. Termasuk melakukan pemisahan TKI sblm masuk ke dalam kapal.

– Dilakukan pemisahan TKI sesuai daerah asal.

– TKI dari daerah di luar Dumai akan disiapkan transportasi bus oleh pemerintah dan akan dikawal oleh Polres Dumai. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *