Kabar Baik, Kondisi Pasturi Positif Covid-19 di Dumai Membaik

Zul AS: Kota Dumai Persiapan PSBB

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi didampingi PLT Kepala Syahrinaldy S.Sos dan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Dumai dr Syaful SKM dalam konferensi pers.

RiauKepri.com, DUMAI- Dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Dumai merupakan pasangan suami isteri (Pasturi), kondisinya terus membaik.

Hal tersebut dikemukakan Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi yang biasa dipanggil Zul AS dalam konferensi pers bersama puluhan wartawan media cetak, elektronik dan online di Media Centre Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kamis (16/04/2020) petang ini.

Zul AS didampingi PLT Kepala Dinas Kesehatan Dumai Syahrinaldy S.Sos MSi dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Dumai dr. Syaiful menjelaskan Kota Dumai sedang mempersiapkan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan serentak dengan daerah sekitar.

“Saat ini kita sedang.mempersiapkan pelaksanaan PSBB untuk Kota Dumai dengan melaksanakan serentak dengan daerah sekitar kita dan dilaksanakan lebih awal tentu akan memberikan hasil yang lebih optimal,” jelas walikota Dumai.

Dalam kesempatan itu Zul AS menjelaskan, perkembangan Covid-19 Kota Dumai, sampai 16 April 2020 Jam 14:00 WIB.

Baca Juga :  Syamsuar Berharap Syuting Film Iqra' II di Negeri Istana

Total orang dalam pemantauan (ODP) di Dumai sebanyak 907 kasus, Sedang Pemantauan 621 orang, Selesai Pemantauan 286 orang.

Sementara total Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) sebanyak 35 orang, Sedang Perawatan 21 orang, Selesai Perawatan 12 orang meninggal 2 Kasus dan terkonfirmasi Positif covid 19 hanya 1 Kasus.

Menurut Zul AS, pihaknya baru saja menerima laporan hasil pemeriksaan dari BTKL Litbangkes Jakarta. Hasilnya ada empat Spesimen Swab yang telah selesai pemeriksaan, ternyata 2 Orang Positif dan 2 Orang Negatif.

“Sehingga dengan hasil tersebut jumlah pasien konfirmasi positif di Kota Dumai bertambah 2 orang sehingga Kumulatif berjumlah 3 orang,” terangnya.

“Pada kesempatan ini perlu juga kami sampaikan sehubungan banyak mempertanyakan bahwa PDP Di Kota Dumai yang meninggal sampai saat ini berjumlah 2 Orang,” tambahnya.

Sedangkan Alm Ibu Rosmawinar 88 thn, Alamat Tunas Mulia (Data atas izin keluarga) bahwa hasil Swab yang bersangkutan dinyatakan negatif.

Baca Juga :  Hasil Penggalangan Dana Terkumpul Rp. 390.896.300,-, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Apresiasi dan Terimakasih Kepada Gerakan Pramuka Riau

“Dengan demikian dapat di katakan bahwa beliau meninggal akibat penyakit dasar yang di derita yaitu penyakit jantung,” ujarnya

Kata Zul AS, pihaknya telah melakukan Sekerening dengan melaksabakan Rapid Test, jumlah yang dilaksanakan adalah sebanyak 618 Test. Dari Rapid Test tersebut Positif 15, dan semua sudah di Isolasi sesuai Protap.

Sejak tanggal 26 Maret 2020 kota Dumai telah menerima dan mengurus pemulangan PMI yang berjumlah 549 orang, dan berasal dari Dumai berjumlah 50 Orang.

Mengingat Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengatakan Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau, sudah masuk sebagai “Zona Merah” Corona Virus Disease 2019 (covid-19) sebagai daerah terjangkit Covid-19, dan mulai tanggal 17 Maret telah memberlakukan PSBB.

Saat ini, kata Zul AS, pihaknya tengah berjuang bersama untuk memerangi Covid-19, maka sangat membutuhkan dukungan dari segenap masyarakat terutama kejujuran dalam memberikan keterangan terkait riwayat perjalanan dan kepatuhan ODP dalam melaksanakan Isolasi Mandiri.

Baca Juga :  Industri Dukung Kegiatan IMKD, Okto Tadjong: Jiwa Kepemimpinan Perlu Dipupuk Sejak Dini

“Diharapkan kepada masyarakat untuk mematuhi arahan pemerintah untuk selalu menggunakan masker, selalu di rumah, tidak mendekati kerumunan/tidak berkumpul dan aga jarak atau Pysical Distancing serta selalu Cuci Tangan

“Semoga kita bersama untuk dapat memutus rantai penularan Covid-19 di Dumai,” harapnya.

ODP Bisa Tambah Banyak

Pemerintah Kota Dumai telah mengeluarkan kebijakan bahwa orang yang memiliki riwayat perjalanan Pekanbaru langsung jadi ODP.

Hal tersebut dilakukan setelah Gubri Syamsuar menetapkan Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau sebagai ‘zona merah’ covid 19.

“Termasuk supir bus maupun travel jurusan Dumai-Pekanbaru kita tetapkan ODP, sehingga jumlahnya bisa terus bertambah,” kata Zul AS menjawab Riau-Kepri.com secara terpisah. (Infotorial Pemko Dumai)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *