Kasihan, 1 Balita di Dumai Terjangkit Covid-19

Ilustrasi (net)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kasihannya, seorang balita umur di bawah lima tahun di Dumai positif Covid-19. Bocah tersebut terjangkit dari kakek dan neneknya.

Juru Bicara Covid-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P (K), dalam siaran pers Sabtu, (18/4/2020), membeberkan, ada penambahan 4 kasus positif sehingga total di Riau yang terjangkit Covid-19 sebanyak 30 kasus.

Dirincikannya, sebanyak 17 pasien dalam perawatan, 9 sudah dipulangkan karena sehat, dan 4 meninggal dunia.

Adanya penambahan kasus Covid-19 ini, kata Indra, sebagian besar
dari Kota Dumai sebanyak 3 kasus.

“Tiga pasien positif tersebut masih satu keluarga, yang terdiri atas seorang balita bersama kakek dan neneknya,” ungkap Indra.

Sedangkan pasien ke-27 positif di Riau berinisial S, kata Indra, adalah warga Kecamatan Dumai Kota, dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di rumah sakit rujukan di Dumai. Pasien yang berusia 54 tahun ini memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :  Gubri Penuhi Amanah Presiden di Masjid An-nur

Pasien ke-28 juga warga Dumai, berinisial K yang merupakan isteri dari pasien ke-27. Sedangkan balita yang positif COVID-19 adalah cucu dari S, yang juga tinggal di Kecamatan Dumai Kota.

Menurut Indra, balita tersebut berinisial DYA dan masih berumur dua tahun. Balita tersebut kini juga sudah dirawat dan diisolasi di Kota Dumai.

“Pasien DYA merupakan kontak erat dari pasien S, cucu dari bapak S, masih balita dua tahun,” katanya.

Sementara itu, pasien ke-30 berinisial NT yang merupakan warga Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Pasien berusia 28 tahun ini tidak memiliki riwayat perjalanan, namun memiliki riwayat pneumonia berat.

Baca Juga :  15 Ribu Ekstasi Senilai Rp 6 Miliar Ditemukan di Bengkalis

Menurut dia, penambahan tiga pasien di Dumai membuat kota pelabuhan tersebut pada peringkat dua terbanyak pasien positif Covid-19 di Riau, setelah Kota Pekanbaru. Ini menunjukan klaster yang cukup besar dan berpotensi sudah jadi daerah terjangkit, sehingga pemerintah setempat perlu melakukan tindakan khusus berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dumai nomor dua tertinggi setelah Pekanbaru, jadi Pemerintah Kota Dumai kemungkinan dalam waktu dekat akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemungkinan besar wilayahnya sudah terjangkit setelah kita melihat survaelans pasien 27, 28, dan 29,” demikian Indra Yovi.

Baca Juga :  Bumdesa Lumud Jaya Lakukan Uji Kelayakan Unit Usaha

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Sabtu ini jumlah kasus positif COVID-19 tersebar di 11 kabupaten dan kota. Selain itu, jumlah terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) ada 150 orang yang masih dirawat.

Ada 28 PDP yang sudah meninggal dunia sebelum terkonfirmasi berdasarkan hasil uji swab, sedangkan yang sudah dinyatakan negatif dan dipulangkan ada 139 orang.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kini ada 11.160 orang. (RK1/antara)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *