Hadiri Rakor Covid-19 Jelang Ramadan, Ini Harapan Ketua DPRD Karimun

Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat hadiri rakor penanganan Covid-19 jelang Ramadan di Kantor Bupati Karimun, Rabu (22/4/2020).

RiauKepri.com, KARIMUN — Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat hadiri rakor Covid-19 jelang Ramadan 1441 Hijriyah/2020 di Kantor Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/4/2020).

Yusuf Sirat hadiri rakor Covid-19 jelang Ramadan, mendampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq memimpin rapat yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Kemudian dihadiri pula oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karimun maupun instansi vertikal terkait.

Rakor yang juga dihadiri Wakil Bupati Anwar Hasyim itu khusus membahas persiapan menyambut bulan suci Ramadaan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Wagub Disambut Hangat Masyarakat Durai

Selaku Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karimun, Yusuf Sirat berharap kepada pemerintah daerah maupun gugus tugas agar menyusun langkah dan kebijakan mencegah penyebaran Covid-19 di bulan puasa.

“Aktivitas kegiatan di bulan puasa perlu menjadi perhatian kita bersama, sehingga tidak berdampak pada penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Karimun,” kata Yusuf Sirat.

Yusuf Sirat mengatakan kegiatan ibadah seperti shalat tarawih, bazar Ramadan perlu dipantau dan diatur sesuai protokol kesehatan pencegahan virus corona.

“Seperti tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan menghindari kerumunan massa,” kata dia.

Baca Juga :  Ketua DPRD Karimun Minta Gugus Tugas Covid-19 Bergerak Cepat, Tepat dan Efisien

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karimun mengatakan akan menerbitkan surat edaran tentang aturan beribadah di tengah pandemi Covid-19, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Intinya, pemerintah daerah mengimbau agar beribadah di rumah saja, shalat tarawih di rumah, shalat fardhu juga di rumah. Kita akan buat surat edarannya,” tutur Aunur Rafiq didampingi Sekda Karimun Muhammad Firmansyah selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Karimun.

Pembatasan kegiatan beribadah di bulan puasa, menurut Bupati, bukan berarti pemerintah daerah melarang, tapi tetap diperbolehkan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga :  Kembangkan Koperasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Ini kita lakukan agar Covid-19 tidak meluas. Karimun saat ini berstatus zona kuning Covid-19, dan kita berdoa agar tidak ada kasus baru positif Covid-19,” kata dia.(RK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *