Covid-19 Meningkat di Dumai, Perusahaan Dilarang Bawa Pekerja dari Zona Merah

Ilustrasi (net)

Riaukepri.com, DUMAI- Seiring meningkatnya penyebaran virus Covid-19, Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi mengeluarkan edaran kepada perusahaan.

Dalam Edaran No. 560/87/ DISNAKERTRANS tersebut, walikota Dumai menegaskan sehubungan dengan meningkatya penyebaran Corona Virus Diseas 2019 (COVID-19) dl Kota Dumai, perlu dilakukan langkah guna melindungi pekerja/buruh sejalan menjaga keberlangsungan usaha.

Dalam rangka menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar melaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dengan memberdayakan Panitia Pembina Keselamatan Kesehatan Kerja (P2K3) mengintegrasikan antisipasi penyebaran COVlD-19 terhadap program K3 di perusahaan.

Baca Juga :  Kata Zul AS, Kota Dumai Wajib Lakukan PSBB

Menginformasikan terhadap semua pekerja/buruh agar berprilaku hidup bersih dan sehat, menjaga jarak dengan tujuan memperkecil resiko penularan.

Dalam hal terdapat pekerja/buruh alau perusahaan yang beresiko diduga mengalami sakit akibat COVlD-19, maka langkah langkah pencegahan dilakukan sesuai standard protocol kesehalan dan melaporkan kepada instansi terkait.

“Kepada seluruh perusahaan di Kota Dumai untuk tidak mendatangkan pekerja dan luar daerah terutama dari daerah Zona merah COVID-19 sampai batas waktu yang ditentukan kemudian,” pintanya..

Terkait tamu perusahaan yang datang dari luar daerah atau oleh karena pekerjaan yang bersıfat mendesak, kata Zil AS, maka terhadap hal dimaksud wajib dilakukan terlebih dahulu Rapid Test dengan mengajukan permohonan kepada Gugus Tugas COVID-19 Kota Dumai dan hasil Rapid Test dimaksud menjadi dasar menentukan boleh/tidaknya memasuki wilayah kerja perusahaan dan biaya dibebankan kepada pengusaha.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Kota Siak Jadi Cagar Budaya Nasional, Menatap Warisan Dunia

Sementara untuk perlindungan pengupahan bagi pekerja/buruh terkait pandemi COVlD-19 agar mempedomani Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor: M/3/HK.04/III/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

” Perubahan situasi kerja di perusahaan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 seperti penutupan perusahaan, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja/buruh di rumahkan atau perubahan jam kerja agar melaporkan pada kesempatan pertama ke instansi terkait yang membidangi ketenagakerjaan,” tegas Zul AS dalam edaran yang tembusannya dikrim kepada Ketua DPRD Kota Dumai, Kapolresta Kota Dumai, Dandim 0320 Dumai serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provınsi Riau. (Infotorial Diskominfo Pemko Dumai)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *