PSBB Pekanbaru Akan Sia-sia, Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ini yang Harus Dilakukan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru tidak akan efektif karena daerah kabupaten/kota yang berhubungan langsung dengan ibu kota Provinsi Riau ini tidak memberlakukan hal yang sama. Hasilnya, akan mendulang sia-sia, Covid-19 di bumi Lancang Kuning ini terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, PSBB di Pekanbaru belum menunjukkan dampak yang positif terhadap kasus penularan Covid-19 di Riau, jumlah kasus juga belum tampak penurunan.

“Kasus positif memang masih terus meningkat meski PSBB telah diberlakukan di Pekanbaru. Seharusnya kebijakan yang sama diberlakukan di sekitaran Pekanbaru, seperti instruksi Gubernur Riau Syamsuar,” ungkap Mimi.

Baca Juga :  Program "Corona Busters" Polres Dumai Semprot Rumah Ibadah

Peningkatan kasus itu, kata Mimi, juga dilatarbelakangi realisasi PSBB di lapangan belum maksimal diikuti masyarakat. Seperti masih banyaknya masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

“Bisa kita lihat di jalan- jalan, apalagi di Pasar. Masih terjadi kegiatan dengan melibatkan banyak orang lebih dari lima orang dan belum melaksanakan physical distancing dan sebaginya,” ungkap Mimi.

Kemudian, kesadaran masyarakat untuk stay at home masih belum terlaksana seperti yang diharapkan.

Sebelumnya Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yopi, membeberkan, hari ini Rabu (29/4/20), ada penambahan 1 kasus positif covid-19. Sehingga total di Provinsi Riau terdapat 41 kasus positif.

Baca Juga :  Pemkab Bengkalis Putuskan Koperasi BBDM Kubu Haji Ismail Lebih Berhak Melanjutkan Aktivitas Kepengurusan

Pasien ke-41 positif covid-19 di Riau adalah pasien SAR (19). Diketahui riwayat perjalanan warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini adalah santri di Magetan yang pulang kampung. (RK1/*)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *