Ini Sebabnya Gubri Larang Mudik

dr. Indra Yovi.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Inilah sebabnya dilarang mudik. Ada dua artenatif, jika tidak membawa Covid-19 ke kampung halaman, terjangkit virus mematikan itu di kampung halaman. Sehingga penyebaran corona semakin meluas.

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yopi, membeberkan, hari ini Rabu (29/4/20), ada penambahan 1 kasus positif covid-19. Sehingga total di Provinsi Riau terdapat 41 kasus positif.

Pasien ke-41 positif covid-19 di Riau adalah pasien SAR (19). Diketahui riwayat perjalanan warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini adalah santri di Magetan yang pulang kampung.

Baca Juga :  Diduga Money Poitik, Bawaslu Panggil Oknum Caleg PDIP Dumai

“Saat ini pasien SAR sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. Pasien SAR adalah santri yang bersekolah di Magetan dan pulang ke Riau pada tanggal 12 April 2020 lalu,” ungkap Indra Yovi, Rabu (29/4/20).

Terkait hal itu, takut terjadi kemungkinan terbentuknya klaster baru, Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan tracing kontak pada pasien SAR. Semua rekan atau kerabat yang melakukan kontak langsung, dicek kesehatannya, apakah ada kemungkinan terpapar Covid-19.

Indra Yovi juga merincikan, dari 41 kasus positif Covid-19 di Riau 23 orang dirawat, 14 sehat dan sudah dipulangkan ke rumah kemudian 4 meninggal dunia.

Baca Juga :  Pangdam I/ BB Lepas 450 Prajurit, Satgas Pamtas RI-Malaysia di Kalbar

Tercatat juga sebanyak 249 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat, 285 PDP negatif covid-19 dan sudah dipulangkan, serta 82 PDP meninggal dunia.

“Sebanyak 13.384 Orang Dalam Pwngawasan (ODP) masih dalam pemantauan. Sedangkan sebanyak 37.778 ODP sudah selesai pemantauan,” kata Indra Yovi.

Indra Yovi menegaskan, SAR pulang dari Pesantren di Jawa Timur, dan diinformasikan ada kontak dengan salah satu santri positif di Jatim.

“Santri ini, berbeda dengan pemulangan santri yang lalu, itu beda. Tetapi pasien yang baru ini pulang dari Magetan, 12 April lalu, dan ada kontak bersama santri Pesantren Al Fatah Jawa Timur. (Adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *