Tolak PSBB, Ratusan Pedagang Dumai Gelar Demo di Malam Hari

Aksi demo massa pedagang kakilima pasar senggol Kita Dumai Senin tadi malam.

RiauKepri.com, DUMAI- Keputusan pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai dinilai sangat merugikan masyarakat. Sebab, PSBB sangat mengganggu roda perekonomian, khususnya bagi mereka pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman Dumai.

Itu pulalah membuat ratusan pedagang kaki lima pasar Senggol Jalan Sudirman melakukan aksi demo dan mengamuk mencoba membuka blokade chek poin yang didirikan di depan Hotel Grand Zuri, Senin (18/05/2020) malam.

Penutupan akses jalan untuk chek poin di sejumlah lokasi dilakukan menyusul diterapkannya PSBB mulai hari Senin sampai empat belas hari kedepan oleh Pemerintah kota Dumai.

Baca Juga :  Kota Dumai Siap Laksanakan PSBB

Sebelumnya gabungan mahasiswa Kota Dumai telah melaksanakan aksi damai menolak penerapan PSBB selama empatbelas hari kedepan Senin pagi. Dan Senin malam sekitar pukul 20.25 WIB, ratusan pedagang kaki lima pasar senggol berkumpul dan melakukan aksi menolak PSBB karena akan mematikan perekonomian pedagang kecil kaki lima.

Geram massa pedagang semakin tak terkendali melihat kehadiran mobil patroli Sat Pol PP Kota Dumai yang konon akan melakukan penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, hal itu dilakukan sesuai ketentuan pemberlakuan PSBB.

Baca Juga :  Enaknya Mahasiswa Unilak, Terima Beasiswa Dapat Biaya Hidup, Tapi...

”Diakhir Ramadan ini adalah agenda tahunan pedagang berjualan disepanjang jalan, disinilah kami mencari rezeki menjelang hari raya, kami harap kepada instansi terkait jangan menertibkan kami berjualan menjelang hari raya, dan apabila ada penertiban kami pedagang akan melawan,” tegas R yang mangaku salah seorang pedagang kaki lima Sudirman.

Tak lama berselang, Kapolres kota Dumai AKBP Andri Ananta SIK dan jajarannya langsung turun mendatangi pedagang. Aksi massa pedagang terkendali setelah Kapolres Dumai mendengar aspirasi mereka.

Menurut Andri Ananta, sebelum penetapan PSBB, pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, namun belum diindahkan.

Baca Juga :  Dr. Junaidi Masih Muda, Berlari Membawa Unilak Pada Pendidikan Milenial

Sementara dalam Rapat Konsolidasi Pemberlakukan PSBB, Kapolres Dumai minta masyarakat dan aparat untuk melakukan humanis.

Aksi massa berakhir sekitar pukul 23.00 WIB malam. Belum ada keterangan resmi ada tidaknya kerugian akibat aksi tersebut. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *