๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ธ๐—ผ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐— ๐—ผ๐—ป๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐˜‚, ๐—”๐—บ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ: ๐—œ๐—ป๐—ถ ๐—œ๐—ธ๐—ผ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—บ

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad meninjau monumen Budaya Melayu.

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memugar monumen budaya Melayu di tiga titik di Kota Batam. Selain mempercantik wajah kota, keberadaan monumen itu sebagai ikon kota ini.

โ€œKami ingin kota ini tetap cantik dengan begitu akan menjadi daya pikat bagi wisatawan. Ini menjadi ikon Batam,โ€ kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau pengecatan Monumen Alat Musik di median Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (7/6/2020).

Ia mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan mengingat monumen ciri khas Melayu tersebut sebelumnya terlihat kusam sehingga perlu dilakukan pengecatan ulang.

Baca Juga :  โ€œSyair Pengikatโ€ Anak Muda Riau Bukan Calong-Calong

โ€œKita punya tiga munumen seperti ini. Di Batamcentre ada dua yakni alat musik tradisional dan hantaran dan di Sekupang satu, yakni hantaran. Kalau berwarna begini lebih cantik lagi. Dilihat pun enak,โ€ kata Amsakar.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, terus fokus memperbaiki semua fasilitas yang ada di kota ini, meskipun anggaran daerah terfokus kepada penanganan Covid-19.

โ€œJadi, perbaikan seperti ini kita gandeng perusahaan sebagai kontribusi ke daerah. Kalau ini (pengecatan monumen), kita gandeng Jotun,โ€ kata dia.

Baca Juga :  Bupati Bintan Minta Orangtua Murid Siapkan Ukuran Baju

Namun, tidak sampai di situ, keberadaan monumen ini nantinya akan menjadi spot foto bagi warga maupun wisatawan. Jika demikian, tentu akan dibenahi fasilitas di sekitar monumen tersebut.

โ€œSaya sudah instruksikan ke Kadisbudpar agar dirancang tanpa merusak fasilitas lain. Jika sudah ada nanti saya sampaikan ke pak wali dan pejabat teknisnya,โ€ kata dia.

Sementara itu, Kepala Disdbudpar Batam, Ardiwinata mengatakan, monumen tersebut merupakan aset yang harus dirawat lantaran bercirikan budaya Melayu. Menurutnya, pembangunan tiga monumen ini dalam rangka pelestarian nilai-nilai budaya yang ada.

Baca Juga :  Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

โ€Kita merawat sehingga tetap bagus. Itu juga sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu,โ€ ujarnya. (RK14/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *