Ini Penjelasan Gubri dan PLN Soal Lonjakkan Rekening Listrik

Gubernur Riau Syamsuar

RiauKepri.com, PEKANBARU– Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menjawab keluhan masyarakat terkait lonjakan rekening listrik bulan Juni 2020.

Pada Konferensi Pers di Gedung Daerah Balai Serindit, Gubernur Syamsuar didampingi Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Indra Agus Lukman AP M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dra. Mimi Yuliani Nazir, Kepala Dinas Kominfo Riau, Drs. Chaerul Rizki MS M.P, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru beserta Jajaran Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Syamsuar menyampaikan, telah rapat pada pagi hari dengan PLN dan mendapatkan penjelasan terkait Skema Perhitungan Rekening Listrik pada saat kegiatan Pembatansan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.

Baca Juga :  Sah, Alfedri Menjadi Bupati Siak

“Pada awal bulan Maret, dikarenakan Covid-19 pihak PLB melarang pegawainya untuk mengecek secara langsung ke rumah pelanggan. PLN hanya menggunakan perhitungan rata-rata,” ujar Syamsuar.

Beliau juga menjelaskan bahwa pada saat PSBB berakhir, PLN melakukan pencatatan meter secara langsung yang membuat lonjakan pada tagihan rekening listrik bulan Juni 2020.

“Pada saat himbauan di rumah saja tentu banyak kegiatan yang dilakukan apalagi bulan suci Ramadan pasti ada peningkatan,” ujar Syamsuar.

Adanya peningkatan rekening listrik, PLN memberikan solusi yaitu skema relaksasi dalam pembayaran rekening listrik untuk Juni 2020.

“Bagi pelanggan yang pencatatan meternya sudah benar tetapi tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 melebihi 20% dari tagihan listrik bulan Mei 2020 dengan mekanisme pembayaran bertahap atau angsuran. Pelanggan akan dikenakan pembayaran sebesar tagihan bulan Mei 2020 ditambah 40% dari nilai kenaikan rekening Juni 2020 dan sisanya 60% bisa di angsur selama 3 (tiga) bulan sesuai keputusan PLN Pusat,” ujar Himawan, Manager PT PLN (Persero) UP3 Pekanbaru.

Baca Juga :  Muswil VI PAN Riau Ditunda, Apa Pasal?

Khusus di Riau, terdapat 10% pelanggan PLN dari total 473.891 pelanggan di Riau yang mengalami peningkatan rekening listrik diatas 50%.

Dalam konferensi pers, Himawan juga menyampaikan, untuk memudahkan dan percepatan pelayanan pihaknya membuka Hotline Center. Di sini pelanggan bisa melaporkan keluhannya melalui Nomor WhatsApp yang telah diumumkan.

“Khusus permintaan tambahan keringanan lamanya waktu cicilan kami tampung usulan tersebut dan akan kami sampaikan ke PLN Pusat tetapi untuk saat ini kami laksanakan skema yang ada sesuai keputusan pusat yg resmi,” ujarnya.

Himawan menambahkan, saluran layanan ini dapat diakses 24 Jam dan memiliki jam operasional jawab mulai dari pukul 09.00-16.30 WIB. Selain itu, dalam melakukan pelaporan pelanggan diminta untuk atau diwajibkan menyertakan Id Pelanggan dan foto Angka Stan kWh Meter yang ada di rumah sesuai id pelanggan yang dilaporkan.

Baca Juga :  Tahniah, Tengku Irawan Terpilih Jadi Direktur Kredit dan Syariah BRK

“Kami telah menyiapkan 34 saluran penanganan keluhan tagihan listrik di setiap Kantor Unit Layanan Pelanggan PLN tersebar pada provinsi Riau dan Kepulauan Riau,” tambah Himawan

Tak hanya itu, Himawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dikarenakan adanya informasi yang berkembang di masyarakat terkait lonjakan tagihan rekening listrik bulan juni 2020 dan sosialisasi yang kurang masif terkait hal tersebut dan dipastikan PLN tidak menaikan Tarif Listrik seperti informasi yang beredar. Sehingga menimbulkan banyak keresahan ditengah masyarakat. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *