Besok, Ada Apa Ya di Komisi Informasi Riau?

Zulfra Irwan.

RiauKepri.com, PEKANBARU – Komisi Informasi (KI) akan menggelar empat sidang sengketa informasi publik (SIP), sepanjang Selasa (16/6/2020) pagi hingga sore besok. Dari empat SIP itu, tiga di antaranya merupakan pemeriksaan awal.

“Sedangkan satu lagi, dengan agenda pemeriksaan awal lanjutan untuk termohon Atasan PPID utama Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar. Pemohonnya Aris Nasution dkk,” ujar Panitera Pengganti KI Riau Didang Muhanna,S.sos kepada wartawan, Senin di Kantor KI Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Tiga persidangan SIP dengan agenda pemeriksaan awal itu, antara pemohon YLBHI-LBH Pekanbaru dengan termohon Atasan PPID Utama Pemprov Riau. Informasi yang dimintakan meliputi Izin lingkungan PT Arara Abadi, Izin UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) PT Arara Abadi, Amdal PT Arara Abadi, izin pelepasan kawasan hutan PT Arara Abadi wilayah kerja Bengkalis dan HGU PT Arara Abadi. Sidang ini akan dipimpin Majelis Komisioner Zufra Irwan (ketua) bersama Tatang Yudiansyah dan Jhonny S Mundung.

Baca Juga :  Ini Dia Bentuk Pelayanan Wisata Halal Riau Itu

Selanjutnya, pemohon DPD LSM Penjara Indonesia Riau dan termohon Atasan PPID Hutama Karya Rosalisca, KSO. Sedangkan, sengketa informasi publik keempat yang bakal disidangkan KI Riau adalah antara Kantor Kemenag Pekanbaru (termohon) dengan Rahmad Rishadi, S, SH (pemohon).

Menurut Panitera Pengganti Didang Muhanna, setidak-tidaknya ada 12 item informasi yang dimintakan pemohon kepada PPID Utama Kemenag Kota Pekanbaru. Di antaranya, DIPA Kemenag Pekanbaru tahun 2016-2019, data penyuluh agama honorer se Pekanbaru, data dan daftar lengkap siswa/siswi yang diterima, sedang belajar dan dinyatakan lulus di Pekanbaru tahun ajaran 2016 sampai 2020.

Baca Juga :  Hari Ini, 5 Kabar Baik, Cuma 1 Positif Covid di Riau

Secara terpisah, Ketua Komisi Informasi Riau Zufra Irwan mengungkapkan proses persidangan di ruang majelis komisioner dilaksanakan dengan protokol kesehatan mengingat situasi Covid-19 saat ini.

“Sama seperti pekan lalu, karena masih dalam situasi Covid-19, proses persidangan kita laksanakan dengan protokol kesehatan. Selain jaga jarak di ruang sidang, seluruh yang mengikuti sidang wajib menggunakan masker, cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh. Dan ruang sidang disterilkan atau disemprot disinfektan sebelum sidang dimulai,” ujar Zufra. (**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *