Buang Sifat Perajuk Itu

Ilustrasi (f. net)

Sifat perajuk selalu disematkan kepada orang Melayu, bahkan kacaunya, orang Melayu sendiri selalu menempatkan posisi bahwa mereka memang bangsa perajuk. Pandangan ini harus diluruskan, bahwa orang Melayu itu bukan perajuk. Sifat perajuk meletakkan diri menjadi inferior, orang yang tidak memiliki semangat perjuangan, pasrah, tidak memiliki keinginan.

Tenas Effendi dalam buku Tunjuk Ajar Melayu menjelaskan bahwa sifat perajuk itu adalah cerminan dari sifat lemah semangat, berpikiran sempit, pemalu, cepat putus asa, dan tidak memiliki keberanian serta harga diri. Orang Melayu, tulis Tenas Effendi, amat memantangkan anggota masyarakatnya memiliki sifat perajuk. Tapi entah dari mana sifat perajuk itu selalu disematkan kepada orang Melayu dan celakanya, banyak orang Melayu “mengamininya”.

Baca Juga :  Irjen Nandang Sangat Terkesan dengan Media di Riau

Saatnya kini, orang Melayu membuang sifat perajuk itu dalam diri. Negeri ini harus dibangun oleh orang-orang yang memiliki semangat perjuangan yang pantang menyerah. Seandainya masih tertanam sifat perajuk ini, maka jangan berharap negeri ini menjadi negeri orang Melayu. Sifat perajuk yang disematkan kepada orang Melayu merupakan cara untuk melemahkan orang Melayu itu sendiri.

Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Melayu itu pejuang tanpa mengenal kata sudah. Kerajaan-kerajaan besar Melayu terdahulu adalah bukti orang Melayu itu bukan perajuk. Tidak mungkin peradaban besar dibangun oleh orang mudah menyerah, cepat putus asa, tidak memiliki keberanian yang kesemuanya berada dalam sifat perajuk.

Baca Juga :  Sidak Kedua Wagubri di Kantor Inspektorat, Ini Hasilnya

Kali ini www.riaukepri.com menurunkan beberapa tunjuk ajar Melayu yang disusun oleh alamarhum Tenas Effendi. Semoga tulisan ini bermanfaat dan berfaedah bagi kita semua.

apa tanda Melayu jati
daripada merajuk eloklah mati

apa tanda Melayu budiman
sifat merajuk ia haramkan

apa tanda Melayu beriman
rajuk merajuk ia jauhkan

apa tanda Melayu berbangsa
daripada merajuk biar binasa

apa tanda Melayu beradat
daripada merajuk biar melarat

apa tanda Melayu bermarwah
sifat perajuk dipandangnya rendah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *