Dosen FIB Unilak Taja Pelatihan Kepenulisan di Tualang

Foto bersama

RiauKepri.com, PEKANBARU – Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa disamping keterampilan membaca, menyimak dan berbicara. Keempat keterampilan ini saling berkaitkelindan satu sama lain dan merupakan keterampilan yang penting. Keterampilan menulis misalnya menjadi penting karena sebagai salah satu upaya untuk berpikir secara runtut dan terarah.

Namun, berdasarkan survey yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), Indeks Alibaca menunjukkan, hanya sembilan provinsi yang masuk dalam kategori sedang, 24 provinsi berkategori rendah, dan satu provinsi termasuk sangat rendah. Rata-rata indeks Alibaca nasional berada di titik 37,32% yang tergolong rendah. Kategori Indeks Alibaca terbagi atas lima kategori, yakni sangat rendah (0-20,00), rendah (20,01-40,00), sedang (40,01-60,00), tinggi (60,01-80,00), dan sangat tinggi (80,01-100).

Baca Juga :  MUI Kecamatan Siak Kecil Tolak People Power

Kegiatan membaca tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Syarat utama untuk menulis adalah membaca. Tingkat kesadaran membaca tentu akan berpengaruh pada tingkat kesadaran dan kemampuan menulis. Selain itu, jika dibandingkan dengan negara-negara maju, menulis di tempat kita masih dianggap kegiatan sepele sehingga kegiatan tersebut tidak menjadi poin penting dalam kurikulum pendidikan. Beda halnya dengan sekolah-sekolah di negara maju yang menjadikan writing sebagai pelajaran serius yang sudah diajarkan kepada siswa tingkat elementary school.

Menyadari hal tersebut, beberapa dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Unilak, Evizariza, Alvi Puspita, dan TM Sum, menaja latihan kepenulisan yang ditujukan bagi siswa SMA N 12 Tualang, Kecamatan Tualang, Siak, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga :  Panitia Konferkot PWI Dumai Terbentuk, Ahmad Dahlan: Mohon Bimbingan dan Dukungan

“Bertempatkan di objek wisata Teluk Jongkang, para peserta kelihatan antusias mengikuti sesi pelatihan tersebut. Di akhir sesi para peserta mengumpulkan hasil tulisan mereka yang sebagian besar bercerita tentang objek wisata Teluk Jongkang,” jelas Alvi Puspita.

Tarmizi, S.Pd selaku guru SMA N 12 menyambut positif kedatangan tim dari FIB dan memberi dukungan penuh.

“Kegiatan seperti ini sangat penting. Banyak anak-anak potensial sebenarnya di kampung Tualang ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan lagi, jadi tidak berakhir di sini saja.”, ujarnya. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *