Mawar Matamu

Puisi-puisi Al-Meutuah

Mawar Matamu

Mawar yang tumbuh dimatamu,
Di topang kuat oleh batang hidungmu yang tak seberapa itu,
Ia subur karena ditanam di bibir-bibirmu,
Semakin subur oleh air matamu yang menyiraminya.

Sekarang ia semakin mekar di matamu.
Kupetik lalu kubawa pulang dan menjadikannya hiasan di halaman puisi-puisiku.

Ah…
syahdu sekali…
Setiap hari duduk di teras
yang kulihat adalah mawar matamu..
Ia semakin mekar di halaman puisi-puisiku.
Sembari Menyeruput secangkir kopi,
Sebatang 2 batang tembakau,
Semuanya beraroma mawar..
Aku sungguh menikmatinya.
Sampai aku tak sadar durinya tertancap pedih di dalam hatiku.

Baca Juga :  Alfedri Safari Ramadhan Perdana di Kandis

(Al-Meutuah)

Kukibarkan Bendera Cinta

Kukibarkan bendera cinta setengah tiang ini, di perahu kataku yang terombang-ambing.
Sebagai penghormatan terakhir atas cintaku yang telah mati.

Di atasnya,
Puisi menjadi air mata
Air mata menjadi lautan.
Lautan menjadi matamu.
Matamu menjadi sebilah badik
Yang menikam sadis nyawa puisiku.

Duhai Nona,
Sekalian saja, kau bakar jasadku di bara kecemburuan ini tanpa ampun.
Di atas perahu kataku yang sudah terlanjur terombang-ambing,
Tanpa belas kasih,
Dan tanpa seremoni.

Pengusik Hati

Kau sangat hobi mengusik warna yang ada pada Bianglala, Nona…
Kau ambil merahnya, untuk lipstikmu.
Kau ambil jingga dan kuningnya untuk perpaduan estetika pada pipimu.
Hijau…
Biru…
Nila…
Ungu…
Kau paksakan harus ada padamu..
Sekarang Bianglala sedang merajuk.
Iya mengadu pada hujan.
Aku tak begitu bisa banyak menolongmu.
Lebih baik kau kembalikan saja warna Bianglalanya.
Coba kau lihat,
Bulan tak perlu banyak warna.
Masih terlihat anggun dan ayu.
Apalagi jika mengenakan selendang dari awan.
Duh, seperti bulan sajalah Kau, Nona..
Pasti terlihat anggun dan ayu sekali.
Mengenakan selendang dari awan
Dan tanpa busana,
Di kamar tidurku.

Baca Juga :  Puisi-puisi Perlawanan

Al-Meutuah lahir di Tembilahan adalah perawat di salah satu rumah sakit swasta Pekanbaru, yang menyukai sastra

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *