Secercah Maki

Puisi-puisi Nurzuhaherman

Nurzuhaherman

Secercah Maki

Aku pernah suguhkan segelas air saat kau kehausan,
Aku pernah siapkan payung kala kau kehujanan
Pernah ku sobek bajuku
Hanya karena luka tangan mu
Lalu apakah kau hargai kepedulian itu?
Tuan, segala upaya sudah kulakukan demi setitik senyummu
Tapi apa yang kau berikan padaku?
Secercah maki dalam sepiku
Kau datang hanya untuk pergi
Tak apa tuan, hari ini harimu
Besok belum tentu

Ruang hampa 14/09/2018

Apakah Sanggup?

Biar kan saja setetes madu itu menjadi sejarah
Ingatkan betapa manisnya saat itu
Jangan pikirkan pahitnya
Dan harus kau tau bukan malam namanya kalau tidak ada kegelapan
Lalu ketahuilah setelah itu ada mentari
Kau berhak untuk terang , meski akan melewati gelap jua
Tetap ingatkan titik itu karena dialah saksi

Baca Juga :  Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI-Unilak Berdayakan Bank Sampah

Kau baru hidup dan jangan tanyakan kapan kau mati
Kapan kau pernah terbang dan kapan kau terjatuh
Tetap rasakan bagaimana lembutnya kain-kain itu saat kau raba meski tak kau lihat
Tetaplah bayangkan betapa harum dan dinginnya neraka itu meski ia akan menyiksamu
Kapan lagi kau sadar ? kalau bukan hari ini

Carilah cari segala puing caci maki dan puji pujian malam diruang itu
Bawa kepadanya dan tanyakan itu ulah siapa??
Seketika mati akan datang apakah sudah cukup hidangan untuk kau bungkuskan menghadap tuhanmu?
Bercak dosa masih basah dimukamu
Harum kebaikan bahkah sangat jauh
Cobalah kau bayangkan
Apakah sanggup?

Baca Juga :  Sajak-sajak Joni Hendri

Ruang hampa 20/04/2020

Patah

Aku terkapar menatap langit
Angin menemani ku sampai terlelap
Malam ini aku masih belum rebah
Dari patah tahun lalu
Masih merasakan sakit disudut sudut sunyi
Terlintas dilangit kedipan bintang adakah kau itu?
Penyebab aku sakit menaun tertawan maut tak berakhir
Sketsa temu terus saja menerpa mataku
Bung, kau kah dibalik awan yang kelam itu?
Siapa yang sanggup menjadi penawar kepatahan ini bung
Siapa yang akan sanggup ?
Apakah kau akan kembali?
Atau kau biarkan aku mati disini
Ditempat kau patahkan semua inginku.

Ruang hampa 26/06/2020

Nurzuhaherman yang akrab disapa AwaTM adalah seorang gadis kepulauan, ia lahir pada 19 oktober 1997 di Kepulauan Meranti Riau. Ia mengenyam pendidikan dasar hingga sekolah mengengah kejuruan di kepulauan tempat ia lahir, dan kini ia sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lancang Kuning Riau diĀ  FIB, Program Studi Sastra Melayu Ia hobi menulis sejak di bangku SD hingga sekarang. Ia tercatat sebagi penulis terpilih Indonesia pada tahun 2019 dan salah satu karyanya di buku antologi puisi Menenun Rinai Hujan Jilid 17 Bersama Eyang Sapardi Djoko Damono. Beliau aktif di UKM kelas sastra fakultas ilmu budaya. Karya puisi dan quotesnya disajikan di media sosial miliknya di instagram, @__awatm_ dan @nyawahri_.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *