BNNP Kepri Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, 2 Kurir Sabu Ditangkap

Polisi saat menunjukan barang bukti.

RiauKepri.com, BATAM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengungkap satu kasus peredaran gelap narkoba jaringan Internasional yang terjadi di wilayah Kepri.

Pada kasus ini, barang bukti narkotika golongan I jenis sabu yang diamankan dari kedua pelaku ialah seberat bruto 5,168 gram dengan jumlah tersangka 2 orang kurir

“Pengungkapan kasus ini pada ada Senin, 29 Juni 2020 lalu, yakni petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa disalah satu kamar hotel di Batam akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan saat melakukan konferensi pers, Kamis (2/7/2020) di kantornya

Baca Juga :  Ke Tanjungpelanduk, Pesan Nurdin; Wujudkan Anak Cerdas dan Berakhlak

Dikatakan Richard, kemudian petugas BNNP Kepri langsung berangkat ke hotel tersebut dan saat sampai di depan lift hotel petugas melihat ciri-ciri orang yang dimaksud.

Kemudian petugas langsung mengamankan 1 orang pria yang berinisial B (41 tahun) WNI beralamat di Kecamatan Bengkong yang berprofesi sebagai bengkel las teralis.

“Kemudian petugas mencari teman tersangka di kamar lain yang tidak jauh dari kamar tersangka B, pada saat mengecek kamar hotel petugas menemukan seorang pria yang berinisial A (24 Thn) WNI beralamat di Kecamatan Sekupang yang berprofesi sebagai office boy di salah satu family massage,” ucap Richard.

Baca Juga :  Gubernur Terima Kunjungan Satgas KPK RI

Lanjutnya, didapatkan barang bukti 1 buah tas plastik warna biru yang berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 5,168 gram yang disimpan oleh tersangka A (24 Thn) WNI dibawah meja televisi.

“Kemudian petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka dan didapati hasil pemeriksaan urine dari tersangka A (24 Thn) WNI adalah negatif dan tersangka B (41 Thn) WNI adalah positif methamfetamine,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masing-masing tersangka dijanjikan upah sebesar Rp1 juta rupiah per kilogramnya untuk mengambil sabu tersebut di Batam kemudian diserahkan kepada saudara R (DPO).

Pemilik barang adalah saudara AT (DPO) yang berada di Aceh. Tersangka berperan sebagai kurir dan baru pertama kali melakukan pengiriman.

Baca Juga :  Semoga Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Keluarga

Barang tersebut akan dikirm ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan oleh saudara R (DPO) pada Selasa 30 Juni 2020. Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 5.168 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba.

“Tersangka B merupakan seorang residivis kasus curanmor (penadah). Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” pungkasnya. (RK14)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *