Pulau Tiga Barat, Potret Ujung Negeri Yang Masih Krisis Listrik

RiauKepri.com, NATUNA — Anggota Komisi V DPR RI H. Ansar Ahmad SE MM seperti tidak mengenal lelah. Anggota legislatif dapil Kepulauan Riau ini terus mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Natuna. Setelah kemarin di Bunguran dan Sedanau, Selasa (4/8), Ansar Ahmad bersilaturahmi dan reses di Pulau Tiga.

Kegiatan silaturahmi dan reses dilaksanakan di Desa Tanjung Kumbik Utara Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna.

Selama reses di kabupaten yang terletak di Laut China Selatan tersebut, Ansar selalu disambut antusias warga setempat. Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti juga terlihat selalu semangat mendampingi Ansar Ahmad selama reses di Natuna.

Baca Juga :  Karimun Terus Rajut Silaturahmi

Dalam reses di Pulau Tiga Barat persoalan utama yang mengemuka di masyarakat adalah persoalan krisis listrik yang terjadi di kecamatan yang memiliki 4 desa ini. Empat desa tersebut diantaranya Tanjung Kumbik Utara, Desa Pulau Tiga, Desa Setumuk dan Desa Selading.

Menurut Camat Pulau Tiga Barat, Idris SSos, listrik di wilayahnya tidak menyala 24 jam. Listrik hanya hidup mulai pukul 17.00 sore sampai pukul 07.00 pagi. “Pulau Tiga Barat satu satunya kecamatan di Natuna yang listriknya tidak 24 jam,” kata Idris dalam reses tersebut.

Pada hal Pulau Tiga Barat posisinya berada di paling ujung Indonesia. Tetapi nyatanya persoalan listrik menjadi kendala yang dikeluhkan sejak lama oleh masyarakat. “Kedatangan Pak Ansar merupakan penghargaan bagi kami. Bapaklah satu-satunya anggota DPR RI yang mau berkunjung ke Pulau Tiga. Saya yakin bapak ke tempat kami karena bapak punya kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat pulau seperti kami ini,” kata Idris.

Baca Juga :  Walikota Batam dan Bupati Karimun Sambut Baik Kerja Sama dengan Siak

Karena itu Idris berharap persoalan listrik dan kebutuhan infrastruktur di Pulau Tiga diperjuangkan ke pusat. “Saya yakin bapak akan memperjuangkan tentang apa-apa yang kami butuhkan. Kemampuan bapak tidak kami ragukan dalam lobbying anggaran ke pusat,” harap Idris.

Menanggapi keluhan masyarakat Pulau Tiga Barat tersebut, Ansar Ahmad meminta Pemprov Kepri mendata daerah-daerah mana saja yang belum dialiri listrik 24 jam. “Data itu yang akan kita bawa ke PLN pusat agar kebutuhan listrik di Kepri semua dipenuhi. Malu rasanya, daerah kita sebagai teras negara tetapi sebagian wilayahnya masih kegelapan,” ujar Ansar.

Baca Juga :  Malam Ini, Seratusan Warga Dikabarkan Keluar Dari Pulau Natuna

Persoalan lain yang menyangjut revitalisasi pelabuhan di Pulau Tiga Barat, Ansar akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan sehingga bisa diketahui dengan pasti tentang kendala di lapangan sehingga revitalisasi pelabuhan di Pulau Tiga Barat belum dilaksanakan. (*/RK15)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *