BPJS Kesehatan Dumai Luncurkan Program Relaksasi, Harie Wibhawa: Publikasi Media Sangat Dibutuhkan

Kepala BPJS Kesehatan Dumai sedang memberikan penjelasan tentang relaksasi kepada Forum Pers BPJS Kesehatan di The Zuri Dumai.

RiauKepri.com, Dumai- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah meluncurkan Program Relaksasi Tunggakan Iuran. Bukan saja dipusat, program tersebut juga dilaksanakan di Dumai.

Program yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Pepres) No. 64 tahun 2020 tersebut dalam rangka memberikan keringanan financial bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di masa pandemi Covid-19.

Hal terebut mengemuka dalam pertemuan dan silaturahmi Forum Pers BPJS Kesehatan bersama Kepala BPJS Kesehatan dan staf di lantai 12 di The Zuri Hotel Dumai Rabu (12/08/2020).

Ketua PWI Dumai Kambali, Sekretaris Bambang Prayetno dan puluhan wartawan media cetak, elektronik serta media online hadir dalam pertemuan tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang kota Dumai Harie Wibhawa menjelaskan program relaksasi tersebut memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, dan Bukan Pekerja (BP) yang memiliki tunggakan sampai 24 bulan, bisa diangsur dengan iuran 6 bulan ditambah satu bulan berjalan.

Baca Juga :  KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai

Namun harus diingat bahwa tunggakan iuran yang masih tersisa tetap harus dilunasi paling lambat Desember 2021.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kacab BPJS Kesehatan Dumai yang baru pindah dari Sulawesi Utara itu berharap kerjasama dan sinegitas BPJS Kesehatan dengan media di Dumai khususnya Forum Wartawan BPJS Kesehatan tetap terjalin dengan baik. “Publikasi media untuk menyukseskan program relaksasi sangat dibutuhkan,” katanya

Sementara Kepala Bidang Keuangan dan Penagihan BPJS Kesehatan Dumai Rahim Irham menjelaskan, selain memberikan keringan finansial bagi peserta JKN-KIS, program relaksasi tunggakan tersebut juga memberikan peluang agar kepesertaan program JKN-KIS tetap aktif dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dijelaskan, sebelumnya peserta yang menunggak dan ingin Kartu BPJS Kesehatannya aktif maka iurannya harus dilunasi terlebih dahulu.

Namun dengan program relaksasi masyarakat yang punya tunggakan iuran 6 bulan sampai 24 bulan hingga Desember 2020 bisa membayar dulu 6 bulan saja plus satu bulan berjalan.

Baca Juga :  Polres Bengkalis Tangkap Tiga Warga Bawa Sabu 15 Kilo Satu DPO

“Peserta yang sampai 24 bulan menunggak, tapi mau menggunakan kembali kartu BPJS Kesehatan harus membayar 6 bulan terlebih dahulu, dan sisa 18 bulan masih tercatat di hutang yang bersangkutan dan wajib dibayar dengan batas akhir Desember 2021. Program ini berlaku selama pandemi Covid-19 masih berlangsung,” jelasnya.

“Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program relaksasi ini bisa mendaftar ke BPJS Kesehatan,” katanya sembari menambahkan bahwa dengan adanya program relaksasi, diharapkan menjadi salah satu cara untuk menarik masyarakat yang sudah tidak aktif menjadi aktif kembali dan membayar premi BPJS Kesehatan.

Kendati program relaksasi baru saja diluncurkan, namun Informasi diperoleh sebanyak 900 sudah mendaftar sebagai peserta.

“Kota Dumai tercatat sebagai peserta relaksasi terbanyak nomor dua di Indonesia, ” jelasnya.

Media Gathering

Ketua Forum Pers BPJS Kesehatan Dumai Miswanto menjelaskan wartawan Dumai khususnya yang tergabung dalam Forum Pers BPJS Kesehatan Dumai mendukung penuh program badan publik BPJS Kesehatan Dumai.

Baca Juga :  Kemari Dilantik, Tekadnya Memperjuang Nasib Anak Melayu

Bahkan, sebelum pendemi covid 19 merebak, pertemuan dan silaturahmi hampir rutin dilakukan. Press release program BPJS Kesehatan Dumai tetap terpublikasi.

Namun, kata Miswanto, BPJS Kesehatan Dumai diharapkan jangan memberikan press release saja, namun perlu juga melakukan sesekali membuat acara hiburan bersama wartawan. “Seperti press gathering misalnya,” kata Miswanto.

Hal senada juga diutarakan ketua PWI Dumai Kambali. Dia berharap apa yang diutarakan ketua forum pers BPJS Kesehatan itu dapat terealisasi tentu setelah pendemi covid-19 dapat terkendali.

“Kita perlu juga refressing, kami perharap program press gathering dapat terealisasi,” pinta Kambali.

Nampaknya program tersebut bukan tak mungkin segera terealisasi, karena Kepala Kacab BPJS Kesehatan Dumai memberikan signal positif. “Tadi sudah kita bicarakan juga sama ketua, nanti akan kita bahas setelah pendemi covid-19 ini berakhir,” begitu dia berjanji. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *