Hadiri Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Zulfan: Maksimalkan Perdagangan dan UKM

RiauKepri.com, DUMAI-Ternyata pertumbuhan ekonomi Riau berada dalam trend yang melambat dalam 10 tahun terakhir. Terdapat indikasi perbaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019, namun kembali menurun pada awal tahun 2020 sebagai dampak dari menurunnya konsumsi domestik karena pandemi Covid-19.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Dumai yang dihadiri Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini di kantor walikota Dumai Jalan Tuanku Tambusai Bahan besar itu.

Menurutnya, berdasarkan data dari BPS ( Badan Pusat Statistik ) 3 daerah yang menjadi acuan IHK ( Indeks Harga Konsumen ) di provinsi Riau. Diantaranya kota Dumai , Pekanbaru dan Tembilahan semua daerah mengalami Inflasi.Dan diperkirakan kedepan Ekonomi Dumai tumbuh melambat.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ujar Ketua Kadin Dumai perlu dilakukan main strategi dengan meningkatkan nilai tambah sektor unggulan seperti tambahan investasi. Kemudian untuk mendorong alternatif sumber pertumbuhan

Baca Juga :  Polres Inhu Tangkap 41 Tersangka Narkoba

“Yang sangat mungkin menjadi pilihan terbaik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ialah dengan memaksimalkan perdagangan dan UKM,” kata Zulfan Ismaini

Sesuai data yang diperoleh RiauKepri.com menyebutkan secara sektoral, struktur perekonomian Riau ditopang oleh 3 (tiga) sektor utama berbasis SDA: (1) sektor industri pengolahan/manufaktur sekitar 28% (2) sektor pertanian/perkebunan/kehutanan sekitar 25%, dan (3) sektor pertambangan sekitar 25%.

Sektor pertambangan berkontribusi negative terhadap pertumbuhan ekonomi Riau seiring terus menurunnya lifting migas.

Lebih dari 10 tahun terakhir, dinamika pertumbuhan ekonomi Riau sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama: harga minyak kelapa sawit dunia, harga minyak dunia, dan lifting minyak Riau.

Pada Triwulan II-2020, terjadi kontraksi pertumbuhan lifting migas dan harga CPO yang menyiratkan potensi pertumbuhan ekonomi Riau di Triwulan II-2020 akan terdeselerasi.

Baca Juga :  Hitungan Sementara, Syamsuar-Edy Nasution Pemenang Pilkada Riau

Secara keseluruhan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan melambat pada rentang -0,20%-0,30% (yoy) jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi keseluruhan 2019 yang mencapai 2,84% (yoy). Menurunnya aktivitas ekonomi dunia dan nasional akibat COVID-19 berpotensi kuat menekan perekonomian Riau.

Hal terebut diperkirakan juga mengakibatkan melambatnya pertumbuhan PMTB, net ekspor, dan konsumsi RT. Sementara dari sisi lapangan usaha, LU perdagangan dan reparasi, LU konstruksi, dan LU pertambangan diperkirakan menjadi sumber perlambatan ekonomi Riau.

Strategi utama untuk mendorong (kembali) ekonomi Riau bertumpu pada dua hal. Pertama, meningkatkan nilai tambah sektor unggulan, yaitu hilirisasi produk-produk berbasis kelapa sawit. Kedua, mendorong berbagai sektor alternatif pertumbuhan baru. Riau merupakan ekonomi “papan atas” nasional, yang ditunjang oleh stabilitas ekonomi dan kondisi bisnis yang “papan atas” juga.

Namun, pada dua aspek lain Riau masih berada di “papan tengah”, yaitu penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas hidup/infrastruktur. Panel 34 Provinsi menunjukkan bahwa provinsi dengan aspek pemerintahan dan institusi publik yang baik cenderung mempunyai volume perekonomian yang juga besar. Begitu juga pada aspek kualitas hidup dan infrastruktur; provinsi dengan aspek kualitas hidup & infrastruktur yang baik cenderung mempunyai volume perekonomian yang juga besar.

Baca Juga :  Sempat Mangkir, Mantan Kepala Desa di Bengkalis Akhirnya Ditahan Jaksa

Sejak RTRW Dumai disahkan pada Januari 2020, penanaman modal di Dumai meningkat pesat, jauh dari rata-rata triwulanan sejak 2016 yang hanya berkisar Rp1.043,4 Miliar. Hal ini turut meningkatkan kemudahan berusaha di Kota Dumai.

Untuk semakin meningkatkan iklim investasi di Dumai, sejumlah pajak daerah Kabupaten/Kota dapat menjadi perhatian bersama.

Perluasan jaringan jalan tol, peningkatan kehandalan Pelabuhan Dumai, dan pengembangan/perluasan zona dan kawasan industri menjadi kunci perbaikan percepatan perekonomian Riau. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *