Virtual Riau Bicara DKR, Mendedah Perkembangan Seni Rupa

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sebuah catatan dalam diskusi dari Perupa Riau Bicara yang ditaja oleh Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Riau (DKR), dengan mengangkat topik “Tumbuh dan Kembang Seni Rupa Riau,” dengan narasumber Pak Mirza Adrianus dan Furqon Elwe, dan Fachrozi Amri Ketua Komite Seni Rupa menjadi moderator.

Di sesi ini Furqon dipersilahkan untuk menyampaikan materi bahasanya pertama. Furqon coba untuk melihat linimasa seni rupa dari tahun ke tahun, yaitu geliat pergelaran dan eksistensi para perupa pada tahun 1991 hingga 2020. Dari kumpulan kliping itu, jejak para perupa Riau sangat barangam, baik berangkat dari wacana tradisi dan wacana global.

Baca Juga :  Alfedri: Gubri Buka Tour de Siak 2018

Perkembangannya melalui kelompok perupa dan mitra pemerintah (DKR), geliat tersebut dapat dibuktikan tumbuhnya seni rupa Riau, kendati masalah inti seperti tak tersedianya sarana ruang pameran yang representatif (Gallery), dan kampus Senirupa di Riau, salah satu sorotan terpenting dalam menciptakan ekosistem senirupa di Provinsi Riau.

Bahasan kedua, Mirza Adrianus lebih menyoal hal ketokohan yang besar di ranah senirupa dari tahun awal munculnya gerakan senirupa di Riau, diperkirakan pada tahun 1962. Dalam tulisan/materi beliau melihat pergerakan senirupa datang dari sejumlah nama diantaranya M Sidik, Dahlan Magek, Subekti, Tenas Efendi, OK Nizami Jamil disusul Aswan Rahmat, Bacher Louis, nama ini bisa dikatakan sebagai tokoh yang membawa senirupa di Riau, baik dilihat dari perjalanan kesenimanan yang mememiliki jalur akademik sampai otodidak.

Baca Juga :  Alfedri: Pesantren di Siak Semakin Diminati

Dengan mengangkat topik tumbuh dan kembang senirupa Riau dalam diskusi daring ini, dengan penjelasan yang sangat konperensif dari narasumber, sejumlah partisipun ikut meramaikan diantaranya Embi C Nor (Jakarta), Yusuf (Jakarta), dan Melani (Jakarta), Hang Kafrawi (Dekan FIB Unilak), dan kawan-kawan perupa Riau. Para peserta jya juga sempat memberikan pandangannya dan sarannya.

Diskusi sangat hidup dan cair dalam suasana yang penuh dengan wawasan berkesenian, khususnya masalah senirupa.

Ketua Umum DKR Taufik Hidayat alias Atan Lasak menyebutkan, bahwa peradaban saat ini peran seni rupa sangat penting mengingat anak milinial daya tahan bacanya sangat kurang, dan mereka senang dengan serba digital dalam hal ini visual dan audio.

Baca Juga :  Unilak Kerjasama Dengan DP3A2P2KB Riau, Ini Fokus Kesepakatanya

“Peran senirupa sangat penting dalam pembangunan, hal ini bisa kita lihat di sejumlah bangunan di Riau dengan ornamen Melayu,” kata Atan Lasak. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *