Target 1000 Ha Tahun 2021, Kadin, Apkasindo, dan DKPP Bahas Replanting Sawit

Tampak Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini (Kemeja Putih) foto bersama DKPP dan Apkasindo disela-sela diskusi replanting sawit kemarin.

RiauKepri.com, DUMAI– Tanaman sawit yang tidak produktif lagi harus diganti dengan yang baru, namanya replanting. Namun untuk melakukan replanting atau peremajaan sawit perlu pertimbangan yang matang.

Untuk itu pulalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dumai bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Dumai serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Dumai menggelar diskusi. Mereka membahas program replanting/ peremajaan Kelapa sawit Rakyat program Badan Pengelolan Dana Perkebunan (BPPD).

Ketua Kadin Kota Dumai Zulfan Ismaini menjelaskan kegiatan replanting kelapa sawit rakyat mendapat subsidi 50 % dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan Cq BPDP.

“Dengan target 1.000 ha untuk 2021, kegiatan Replanting ini mendapat Subsidi 50 % (Rp.30.000.000 / ha) dari Kementerian Keuangan cq. BPDP,” jelas Zulfan Imaini kepada Riaukepri.com melalui akun pribadinya Kamis (19/08/2020).

Baca Juga :  Jambret, Pecatan Anggota Polri di Riau Ini Kabur ke Gang Buntu

Untuk diingat, replanting secara arti harfiah adalah penanaman kembali terhadap komoditi tanaman yang sebelumnya diusahakan.

Adapun replanting kebun sawit, berarti mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi, yang pada umumnya sudah berusia lebih dari 25 tahun.

Caranya tanaman yang sudah tua ditumbangkan baik secara mekanis maupun secara kimia (dengan cara disuntik), lalu kemudian ditanam kembali dengan tanaman baru (bibit) yang layak tanaman, usia bibit sawit yang ditanam umumnya berusia 12 hingga 15 bulan.

Baca Juga :  Jerit Petani Gondai, Asep: Hentikan Eksekusi Lahan Sawit Warga Desa

Namun keputusan untuk melakukan replanting harus sudah berdasarkan pertimbangan yang sangat matang dan merupakan hasil musyawarah atau kesepakatan secara bersama, karena salah satu dampak yang akan dirasakan oleh pemilik lahan adalah hilangnya pendapatan yang telah dinikmati selama 25 tahun akibat kegiatan replanting tersebut.

Tidak pula hanya sebentar, akan berlangsung selama tiga tahun ke depan, yaitu menunggu kebun sawit yang sudah ditanam berproduksi kembali. Bahkan jika para pemilik kebun sawit sebelumnya  tidak mempersiapkan anggaran untuk kegiatan penaman kembali akan menjadi beban yang sangat berat, karena kegiatan replanting akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga :  Rumah Warga Pekanbaru Ini Dibakar dan Dikejar Pakai Semurai

Sehingga diperlukan cara yang terbaik agar kegiatan replanting tidak menjadi beban dan menimbulkan masalah baru yang tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Maka sebelum program replanting sawit dilaksanakan, maka perlu diadakan kajian mendalam melalui diskusi dengan melibatkan para pihak. Maka Kadin Dumai bersama DKPP Dumai serta Apkasindo Dumai menggelar diskusi.

Tujuannya bagaimana agar sawit lebih produktif yang pada gilirannya akan dapat mendongkrak kesejahteraan rakyat petani sawit di Dumai.

“Membangun kebersamaan untuk membentuk kekuatan. Jayalah petani sawit,” tandas Zulfan Ismaini. (Rls/RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *