Kasih Tak Sampai

Puisi-puisi Robbi Septiawan

Roby Septiawan

Masih ku benamkan hati
risau menyambut di reluk pasrah
nampak gelagat yang resah
di rembuk awal mulai berkisah,
batin menghimbau diri
membalut hati bersama kain hitam
dekat menggulat rasa yang kelat
terimpati suara yang menderu

Baju yang ku singsing di pangkal lengan
tak guna bila ia tak bertuan
belagak tampak segak
hati yang tak bertuan
patah bederai tak beraturan,
merangkai lelah di ujung nestapa
beribu lekat menambat sekat
di atas naungan kau pastikan jua
hati yang lemah tak bermakna.

Baca Juga :  Sajak-sajak Joni Hendri

Itu hanya angin laut
angin nya membawa pergi
deras arus menyampahi
sebagai rasaku yang berhalusinasi
kita adalah imajinasi kata dari suratan hati,

Pekanbaru, 17 Mei 2020

Sajak di Bait Lamun

Sajak yang mejelma terucap di malam dingin berhimpit sunyi

Di bawah awan hitam terbentang luas
Wajah yang kupandang
Dalam bayang

Dulu datang mengetuk pintu luka
Menjadikan abu
Di balik senyum kalbu

Kini hampa jua terasa
Semua sirna
Tanpa berita
Menhujam dalam dada

Adinda

Kuatnya hati kerna
Harus dipenuhi
Dalam hati ada janji
Yang tak diingkari

Baca Juga :  LANGKAHKU TERHENTI MENGIKUTIMU

Sapuan tangan lembutmu
Tak usah lagi menyapa
Di labuhan ini

Memang adanya doa
Tak cukup tanpa mahar
Tanpa usaha tiada guna

Tapi adinda patutlah tahu
Tanpa ada kata setiap janji
menggeluti hari
Untuk mencari rezki
mengantar temu

Akankah adinda tahu
Dimana letak penyemangat rusak yang hilang
Bila tulang rusuk adinda patahkan jua,

Pekanbaru, 1 Mei 2020

Menyekat Jiwa yang Tersisih

telah lama ucap yang diberi
rupa meneguk dalam sunyi
terkubur rindu bersama harapan
dalam jiwa tersisih luka
membekas tak terkata

Baca Juga :  Suara-suara Perempuan Penyair Masa kini Dalam Antologi  “Kutulis Untukmu”

andai kelak bayangmu
terlintas di bait lamunku
itu adalah khayalku
yang meresap dalam fikir
melawan dalam takdir

bukan pujian yang tertera
melainkan asa yang direnggut masa
kini sajak yang berucap kasih
Engkau labuhkan
di rentetan harapan palsu yang masih tersisih.

Pekanbaru, 28 november 2019

Robbi Septiawan adalah alumni Program Studi Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Sekarang bergabung di Teater Matan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *