LAM Inhu Restui Tiga Lorong Jadi LAM Kawasan

LAM Inhu saat merestui Tiga Lorong menjadi LAM Kawasan.

RiauKepri.com, INHU- Ketua Umum DPH LAM Riau Indragiri Hulu (Inhu) Datuk Marwan MR didamping Ketua Umum LAM Inhu Datuk Zulkifli Gani mendukung dan menyetujui Tiga Lorong Indragiri Hulu menjadi Lembaga Adat Melayu Kawasan.

LAM Inhu menyatakan itu didamping Sekretaris Umum Datuk Ali Fahmi pada acara silaturahmi pucuk pimpinan adat Tiga Lorong, Datuk Danang Lelo, Datuk Jo Mangkuto, dan Datuk Lelo Derajo, serta para menti dan Dubalang serta pemangku adat Tiga Lorong lainnya, di Balai Adat LAM Inhu, Senin (26/10/2020) siang.

Baca Juga :  Berhadiah Rp101 Juta, 3 Mahasiswa Unilak ke Final EA LL DIKTI

Kawasan Adat Tiga Lorong berada di Kecamatan Peranap dan Kecamatan Batang Peranap, berada di perbatasan Kabupaten Inhu dan Kabupaten Kuansing.

Menurut Datuk Danang Lelo, sebagai wilayah perbatasan, wajar kawasan budayanya sebagian masuk ke Kabupaten Inderagiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi, dan bahkan sebagian kawasan lainnya memang berada di Provinsi Jambi.

“Kita sudah menyusun peta partisipatif sesuai peraturan. Ada sekitar 168.166,17 hutan-tanah yang dimilikinya. Masyarakat kami hingga saat ini menganggap kawasan ini sebagai suatu yang eksistensi dan martabat dan marwah. Kawasannya sebagian masih menjadikan sistem ekonomi tapak lapan sebagai sumber penghidupan. Ada kawasan seperti teratak, dusun, kampung, suak, sungai, dan tempat mencari nafkah lainnya, seperti sawah-ladang, rimba simpanan, kawasan larangan yang perlu dibangun,” kata Datuk Danang Lelo.

Baca Juga :  Arena Judi Gelper Bertambah, Golden Game Zone Buka di Dumai

Dampak turunnya perhatian terhadap masyarakat hukum adat yang berkurang sejalan dengan turunnya sumber daya manusia, sistem kekerabatan mulai renggang, moral yang menurun, sejumlah dampak kapitalis dan materialis. Sejumlah aturan seperti Undang Undang Perkebunan tidak terealisasi dengan baik.

Sementara Datuk Heriyanto gelar Jo Mangkuto menjelaskan, mendirikan LAM Kawasan ini bukan untuk gagah-gagahan tapi karena sejarah, tradisi, dan banyaknya permasalahan yang hendak di selesaikan.

“Kita sudah membawa semua dokumen yang menyatakan semua persyaratan AD/ART LAM Riau terpenuhi,” ucap Jo Mangkuto.

Baca Juga :  Ada Apa Ketua PWNU Riau ke LAMR Petang Tadi?

Datuk Ali Fahmi menyambut gembira permintaan pemangku adat Tiga Lorong ini. “Ya, tapi kebijakan untuk memutuskan kawasan itu berada di tangan LAM Riau, dan kita siap saja membuat rekomendasi jika dihendaki,” katanya. (*/RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *