Data Wardana: Kemajuan IT Seperti Pisau Bermata Dua

Seminar FKDM, Saring Sebelum Sharing

Data Wardana.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Riau, Data Wardana menyebutkan, kemajuan IT di era milineal ini seperti pisau bermata dua, satu sisi bisa bermanfaat namun di sisi lain menjadi masalah.

“Hal tersebut menuntut masyarakat untuk lebih teliti kembali dalam menggunakan sosial media ataupun memenyerap berita,” kata Data Wardana pada seminar stop hoax di media sosial bersama OKP, BEM dan perwakilan OSIS tingkat SMA di Pekanbaru, Selasa (24/11/2020).

Helat yang merupakan pertama kali di Riau ini, mengangkat isu Stop Hoax di Sosmed Bersama Milenial, dan bertemakan, “Saring Sebelum Sharing.”

Baca Juga :  Sekda Yan Prana Prihatin Melihat Kondisi Bangunan Mess Pemprov Riau di Jakarta

Pada kesempatan itu Data Wardana juga menyebutkan, penyebarluasan berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi negatif lain yang terjadi terus-menerus melalui berbagai platform media, di antaranya media sosial mengakibatkan mudahnya masyarakat menyebarkan berita bohong.

“Kita berharap para peserta nantinya mampu memproduksi konten-konten damai, toleransi dan positif yang mampu mengimbangi atau menghalau konten radikalisme agar warga dunia maya tidak terjangkit virus tersebut,” ucap Data Wardana

Karenanya, sambung Data Wardana, peduli dengan persoalan di atas, FKDM Provinsi Riau menggelar seminar ini agar semua pihak mewaspadai Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) ataupun ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah Provinsi Riau.

Baca Juga :  Oknum Penipu Sembako Murah di Bengkalis Tak Ada Kaitannya dengan Tim KBS

Disebutkan Data Wardana, media sosial sudah tidak asing lagi pada kehidupan saat ini, media sosial sangat mendukung interaksi sosial.

Media sosial pada saat ini, ujar Data Wardana, sangat berteknologi tinggi, praktis dan mudah didapatkan. Hanya dengan koneksi internet semua sudah dapat mengakses media sosial dan penggunanya mulai anak-anak hingga ke orang tua.

“Karenanya kita mengimbau agar pengguna media sosial meneliti terlebih dahulu kebenaran berita, jangan langsung menyebarkannya ke forum yang lebih luas. Akibatnya, tentu lalu lintas peredaran data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar,” ucap Data Wardana. (*/RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *