Festival Rayakan Satu Abad Zapin Penyengat

Para penari membawakan kolosal zapin pada Festival 100 Tahun Zapin Pengengat, Minggu (29/11).

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kesenian tari Zapin Penyengat genap berusia satu abad pada tahun ini. Organisasi Pemuda Penyengat (OPP) enggan berdiam diri. Dengan swadaya seadanya dan di tengah keterbatasan pandemi, kepengurusan baru ini tetap merayakan usia istimewa untuk kesenian asli dari kampung halamannya. Mereka menggelar Festival 100 Tahun Zapin Penyengat di balai desa, Minggu (29/11).

Ini adalah kali pertama Zapin Penyengat yang sudah eksis sejak 1919-1920 mendapat panggung spesial di rumahnya sendiri. “Padahal zapin kita ini sudah masyhur di mana-mana dan diakui oleh khalayak sebagai seni tari yang khas dan bernilai,” kata Ketua OPP, Tohar Fahlevy.

Baca Juga :  Pendidik Diharapkan Tidak Hanya Mengajar dengan Cara Biasa

Menurut Tohar, angka 100 tahun ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kata dia, mesti ada perayaan walau sederhana. Karena itulah festival ini diperjuangkan untuk dapat diselenggarakan walau di tengah keterbatasan. Kendati begitu, bukan berarti festival ini tidak berlangsung semarak menghibur tamu undangan yang datang.

Apalagi saat puluhan penari cilik dari Penyengat membawakan tari zapin di pelataran balai desa. Suatu konsep pertunjukan yang membuat penonton sontak mengangkat kamera.

“Dan tetap, kami mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan memastikan kursi-kursi penonton berjarak dan setiap penari mesti memakai masker dan pelindung muka,” tegas Tohar.

Baca Juga :  Wagub: Imunisasi MR Untuk Jaga Kesehatan Ibu Hamil dan Pertumbuhan Anak

Hajatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Biro Kesra Pemprov Kepri, Ayub yang mewakili Sekdaprov. Menurutnya, festival ini harus menjadi gelaran rutin di Penyengat. Ketika keadaan pandemi sudah membaik, kata Ayub, festival ini dinilainya bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Penyengat.

“Selain itu juga sebagai sebuah upaya pelestarian keseniannya itu sendiri,” ujarnya.

Festival 100 Tahun Zapin Penyengat diikuti oleh 14 kelompok tari dari kalangan pelajar tingkat dasar dan menengah pertama. Di akhir kegiatan, mereka yang tampil terbaik memperoleh trofi penghargaan dan uang pembinaan. (RK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *