Mantap, Pantun Ditetapkan Unesco Sebagai Warisan Dunia

Al azhar Sempat Sebak di Dada

Datuk Seri Al azhar.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Kabar mengembirakan itu datang dari Ketua MKA LAM Riau Datuk Seri Al azhar, bahwa pantun ditetapkan Unesco sebagai Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan (WBTB) dunia, Kamis malam (17/12/2020), sekitar pukul 20.30 WIB atau pukul 14.30 waktu Paris.

Sidang penetapan berlangsung secara daring dengan tuan rumah Negara Jamaica,
Datuk Seri Al azhar dan Dr. Pudentia, mewakili Assosiasi Tradisi Lisan (ATL), selaku NGO kebudayaan yang terakreditasi di Unesco turut menghadir dalam sidang ini, di samping delegasi resmi pemerintah Indonesia dan Malaysia.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 20.30 tadi, pantun sah/diiktiraf sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan (Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity). Penetapan itu dilakukan melalui sidang daring Unesco dengan tuan rumah Jamaica, mulai dari tanggal 14-19 Desember,” ucap Al azhar.

Baca Juga :  Bahaya! Jarak Pandang Jerebu di Pekanbaru 300 Meter

Khazanah Melayu yang diakui sebagai karya dunia ini diusulkan Indonesia-Malaysia, Riau dan Kepri, sebagai tulang punggung khazanah tersebut.

“Kita patut bersyukur atas pengakuan dunia terhadap warisan budaya kita itu. Sebab, dengan itu, pantun diakui memberi sumbangan kepada kebudayaan dunia. Dengan pengakuan itu pula, secara mandatori ada semacam kewajiban pemerintah dan masyarakat Indonesia dan Malaysia, selaku negara pengusul, untuk melestarikan pantun,” ungkap Al azhar.

Selama mengikuti sidang sejak tanggal 14 Desember yang lalu, kata Al azhar, terasa agak menegangkan ketika sampai di sesi pantun, karena beberapa negara mengusulkan sejumlah amandemen atas catatan dan rekomendasi yang dibuat badan evaluasi (evaluation body) terhadap pantun.

Baca Juga :  Kunjungi Pesantren IT Al Hidayah Pimpinan Haji Muhammad Rafi, Kapolres Bengkalis Berikan Motivasi kepada Santri

“Amandemen itu bisa saja sampai pada kesimpulan menolak penetapan. Tapi rupanya tidak. Amandemen rekomendasi yang disampaikan delegasi-delegasi tujuh atau delapan negara itu lebih ditekankan pada kewajiban-kewajiban pemerintah dari negara pengusul (Indonesia dan Malaysia) untuk meningkatkan peran masing-masing dalam memperkuat ekosistem kelestarian pantun,” ucap Al azhar.

Sebagai orang Melayu, kata Al azhar, dadanya sempat sebak didesak perasaan haru, begitu pimpinan sidang dari Jamaika mengetuk palu bahwa pantun-adopted- (diterima) masuk ke dalam Senarai Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan Unesco (Dunia).

Baca Juga :  Mantap, Tak Ada Pasien Covid-19 di Riau, 4 Warga Meranti Sembuh

Kerja keras multipihak di Riau, Kepri, dan ATL mempersiapkan bahan-bahan pengusulan, sejak tahun 2017, terbayar. Bagaimanapun, ucap Al azhar, penetapan terhadap pantun itu adalah ikhtiar banyak pihak. Maka pantun pusaka di bawah ini patut disampaikan kepada mereka:

Pisang emas bawa berlayar
Masak sebiji di dalam peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati

Yang kurik itu kundi
Yang merah itu saga
Yang baik itu budi
Yang indah itu bahasa. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *