Dosen Unilak Bantu Pengelola Bank Sampah Tentang Harga Pokok Penjualan Produk

RiauKepri.com, PEKANBARU- Dosen Universitas Lancang Kuning konsisten membantu pengelola bank sampah dalam rangka meningkatkan pendapatan.

Di awal tahun 2021 ini dosen Unilak kembali melakukan pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan masyarakat yang bergerak pada bidang lingkungan khususnya bank sampah.Bertempat di Bank Sampah yang ada di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di RW 09 Bank Sampah Berkah Abadi yang di ketua oleh Ibnu Hajar.

Di bank sampah ini banyak mengasilkan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tapi masih kesulitan menentukan harga, maka tim kami tim PKM LPPM UNILAK yang diketuai oleh Dr. Jeni Wardi, SE., M.Ak., Ak., CA, melakukan bimbingan teknis tentang penghitungan harga pokok penjualan produk bagi  ibu-ibu pengurus bank sampah Berkah Abadi, Sabtu (02/01/2021)

Baca Juga :  Lebih 6000 Honorer Siak Segera Terima Kartu JKN KIS

“Persoalan sebelum saat bimtek, anggota bank sampah belum bisa menghitung harga pokok produk kerajinan tangan dari bahan sampah dan pupuk kompos yang telah dihasilkan oleh ibu-ibu. Maka dari itu, pendampingan ini sangat penting,” sebut Jen, Jumat (15/01/2021).

Diceritakan Jeni latar belakang masalah ini diawali dari informasi yang didapatkan ketika kami melakukan pelatihan kemasan produk dan pemasaran online pada September 2020 lalu, ketika ibu-ibu peserta pelatihan di minta untuk memposting produk-produk mereka ke instagram dan marketplace facebook mereka kesulitan dalam memberi harga yang layak untuk produk tersebut.

Baca Juga :  Puisi dan Semangat

“Padahal harga sangat menentukan dalam hal penjualan barang termasuk bagaimana menghitung harga pokok yang layak supaya penjualan produk tersebut tidak menimbulkan kerugian.”

Tujuan Bimbingan teknis agar pengelola bank sampah Berkah Abadi¬† mampu untuk menghitung harga pokok produk yang efektif sehingga usaha dan bisnis bank sampah bisa menghasilkan keuntungan yang layak.” Pemateri memiliki kompetensi dalam bidang akuntansi.

Saat itu, Tim PKM UNILAK telah melakukan simulasi ke seluruh peserta untuk menentukan harga pokok dan harga jual produk mereka. Peserta telah membawa berbagai jenis keranjinan tangan diantaranya, dari sampah botol minum plastic yang terdiri dari tempat tisu, tempat buah, tempat permen dll,” sebut Jeni.

Baca Juga :  Pakar Dari Unilak Bicara Soal Reforma Agraria Implies Reforma Kehutanan Nasional

Ditegaskan Jeni, tujuan menghitung harga pokok produk ada 3 yaitu untuk memperhitungkan harga jual, untuk memperkirakan keuntungan yang diharapkan dan untuk mengatur strategi penjualan.

“Ini adalah sumbangsih pemikiran dari dosen dosen, dari Unilak kepada masyarakat terlebih di masa Pandemi, agar pendapatan anggota meningkat,’ sebut Jeni. (RK7)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *