Mengenal Fadillah Firza Pemenang Gelanggang Pantun Se Riau

Ketum DKR Taufik Hidayat bersama 6 finalis Gelanggang Pantun.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Namanya Fadhillah Firza, lahir di Pekanbaru, 4 Desember 1996. Merupakan anak bungsu dari pasangan Firdaus MA Jabbar dan Zaidar. Awal mulai tertarik berpantun sejak duduk di sekolah dasar. Karena ayahnya, Firdaus MA Jabbar, merupakan praktisi pantun. Jadi sejak SD, Fadhil sudah suka menulis pantun. Kemudian hal ini berlanjut di bangku SMP, tepatnya di bangku SMP 13 Pekanbaru. Ia mengaku selalu tampil dalam berbagai acara di sekolah. Sering ia tampilkan berbalas pantun dengan teman sekolahnya, dengan tema pantun disesuaikan dengan acaranya.

“Pada saat itu, saya menulis pantun sendiri. Namun, masih membaca teks pada saat tampil. Kemudian berlanjut ke bangku SMA. Di SMA Plus Provinsi Riau saya bersekolah. Hampir setiap tahun mengikuti lomba pantun yang diselenggarakan oleh kampus-kampus di Pekanbaru. Dan Alhamdulillah selalu mendapatkan juara. Pada tahap ini saya sudah berbalas pantun dengan spontan tanpa teks. Namun pada tahap ini memang baru memulai belajar pantun spontan,” jelas sosok yang mendapatkan juara 1 pada Gelanggang Pantun yang ditaja oleh Dewan Kesenian Riau (DKR) dan Sultan Resto Pekanbaru, Ahad (17/1/2021).

Setelah menyelesaikan sekolah di SMA Plus Fadhil kemudian melanjutkan pendidikannya di Teknik Kimia Universitas Riau. Saat itu ia sudah mulai dipercaya menjadi MC dalam berbagai acara pernikahan adat Melayu Riau. Lebih tepatnya sering menjadi MC dalam acara meminang dan hantaran belanja. Ayahnya sendiri yang menjadi kawan duetnya pada saat itu. “Di situ saya mulai kembali tertarik. Karena selalu melihat, jadi ketertarikan itu semakin kuat,” kata Fadhil.

Baca Juga :  Sudah Darurat, DPR Minta Presiden Gerak Cepat Tangani Kabut Asap di Riau

“Pada tahun 2016, kakak kandung saya dipinang oleh calonnya. Pada saat itu, tidak mungkin ayah yang menjadi pemantunnya. Oleh sebab itu, ayah meminta saya untuk menjadi pemantun. Pada awalnya saya menolaknya, karena merasa tidak sanggup harus melawan kawan duet ayah, yang sudah tentu beliau sudah ahli. Tapi ayah selalu mengajarkan tentang apa saja yang akan disampaikan. Ayah sangat yakin karena saya pernah juara dalam berbagai lomba berbalas pantun spontan. Akhirnya saya menjadi pemantun pada acara kakak saya,” kata anak muda yang lebih senang disapa Fadhi ini.

Pada tahun 2017, pihak PT. Angkasa Pura 2 mengadakan lomba berbalas pantun se Riau. Pemenang akan dinobatkan sebagai Duta Pantun Bandara Pekanbaru, Fadhillah Firza pun terpilih sebagai terbaik 1 dan ditetapkan sebagai duta Pantun Bandara Pekanbaru. Sejak menerima penghargaan itu, ayahnya mulai membawa Fadhil sebagai kawan duet pantunnya dalam acara meminang dan hantaran. Karena melihat jarangnya anak muda yang tertarik, ayah Fadhil selalu melatihnya. Dan karena terus dilatih, Fadhil dan ayahnya pun sering berduet. Fadhil sendiri menamakan duet dengan ayahnya disebut “Duet Duo Branak.”

Baca Juga :  Sidang Pencemaran Nama Baik PWI Bengkalis, JPU Hadirkan Tiga Orang Saksi

Jadi sejak saat itu, berbalas pantun secara spontan Fadhil semakin mahir. Karena seringnya mengisi acara meminang dan hantaran itulah Fadhil sudah bisa berbalas pantun tanpa teks. Ia berprinsip apa yang nampak, itu yang dipantunkan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami terus dipanggil oleh masyarakat yang ingin memakai jasa kami dalam acara meminang dan hantaran. Kami juga sering berbalas pantun dalam acara menyibak kain pintu pada hari langsung pernikahan. Seiring berjalannya waktu, pasangan duet pun sering berganti. Tapi karena kita sudah bisa spontan, kawan duet siapapun Insya Allah bisa nyambung,” ungkapnya lebih lanjut.

Karena sering berpantun untuk acara meminang dan hantaran belanja, akhirnya Fadhil juga pernah menjadi juru bicara/pemantun dalam meminang tokoh-tokoh Riau dalam pemberian gelar adat oleh LAM Riau. Dan puncaknya, ketika pantun ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia oleh UNESCO, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau bersama LAM Riau dan Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia menaja suatu acara “Kenduri Pantun Virtual” yang diikuti dari berbagai negara. Ada Malaysia, USA, Belanda, dan Indonesia. Sebagai penutup acara ini, ada jual beli pantun.

Baca Juga :  Gubri dan Cucu Nonton Bareng Film Iqro 2 Bersama Ratusan Anak Yatim

“Alhamdulillah, saya dan Ayahanda dipercaya oleh Kepala Dinas kebudayaan Provinsi Riau , Atok Yoserizal Zen, sebagai pengisi dalam acara tersebut. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi diri pribadi saya. Pada acara itu, saya dan Ayahanda membeli pantun pantun yang dijual oleh seluruh peserta acara lewat zoom itu. Acara pun berlangsung dengan semarak dan penuh canda tawa,” ujarnya dengan senang.

Atas kemahirannya berpantun, Fadhillah Firza mendapatkan apresiasi oleh Yoserizal Zen, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau untuk ikut bergabung di instansi tersebut. Ia mengaku saat ini juga sudah bertugas di Dinas Kebudayaan provinsi Riau. Pantun telah banyak membawa berkah dalam hidupnya. Oleh karena itu pula Fadhil saat ini bertugas di Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan menjadi pemantun/ juru bicara dalam acara meminang dan hantaran belanja, serta pantun menyibak kain pintu di masyarakat. Kegiatan berpantunnya dapat dilihat di akun instagram @fadhillahfirza. (RK1/KS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *