BPJS Ketenagakerjaan Siap Hadapi Tantangan Pengelolaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dirut BPJAMSOKTEK: Jalankan Lima Program Prioritas

Acara penyerahan petikan keputusan Presiden RI kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJAMSOKTEK dilaksanakan dengan mematuhi Prokes Covid-19 secara ketat.

RiauKepri.com, Jakarta – Tak perlu menunggu lama, seminggu sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan atau biasa disapa JAMBSOSTEK siap melaksanakan amanah.

Seperti diketahui, Presiden RI Jokowi telah melantik Jajaran Direksi BPJS BPJAMSOSTEK untuk periode 2021-2026 pekan lalu. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bahkan telah menyerahkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2021 kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJAMSOSTEK, Selasa (02/03/2021).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya beserta jajaran direksi siap melaksanakan amanah Presiden RI Jokowi dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dengan tata kelola yang baik, dan tetap mengedepankan inovasi untuk menghadapi tantangan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Secara umum dan berdasarkan ISSA (Asosiasi Jaminan Sosial Sedunia), ada 4 tantangan utama yang siap kami hadapi ke depan, yang pertama yaitu perlindungan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia, kemudian perlindungan pada pasar tenaga kerja di era industry 4.0, peningkatan manfaat, kemudahan dan kecepatan layanan dan selanjutnya peningkatan IT Agility,” ungkap Anggoro dalam press release yang diterima RiauKepri.com Kamis (04/03/2021) pagi.

Baca Juga :  Transformasi Contact Center, BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Layanan Masyarakat 175

Menurut Anggoro Eko Cahyo, untuk merespon tantangan tersebut Direksi BPJAMSOSTEK akan menjalankan 5 program prioritas, yaitu :

1. Kemudahan daftar dan bayar iuran BPJAMSOSTEK.

2. Implementasi pelaksanaan program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan).

3. Utilisasi aplikasi digital yang akan dinamakan J-Mo (Jamsostek Mobile).

4. Penguatan infrastruktur (IT, SDM dan cost competitiveness).

5. Peningkatan kualitas dan integrasi data.

“Dari sisi kepesertaan, kami akan fokus memberikan dan memastikan kemudahan pendaftaran dan pembayaran bagi peserta. Kedua, fokus utama tahun ini adalah implementasi program baru yakni JKP. Dari sisi layanan, kami akan rebranding layanan mobile dan mengembangkan layanan fully digital yang memanfaatkan teknologi biometric. Kami juga sangat concern dengan data dan kolaborasi. Dalam hal ini, kami akan meningkatkan kualitas data dan membuka ruang untuk integrasi dengan program JKN,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOKTEK Muhammad Zuhri. Kata dia, pihaknya siap bekerja sama dengan jajaran direksi untuk memastikan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Terkait PSBB di Pekanbaru, KI Riau Ingatkan Pemerintah Beri Edukasi Kepada Warga

Zuhri bahkan membeberkan 6 lompatan besar yang menjadi fokus Dewan Pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK, yaitu :

1. Peningkatan kepesertaan berbasis sinkronisasi data kepesertaan.

2. Mendorong perbaikan pelayanan dengan pendekatan strategis.

3. Memperhatikan risiko operasional dan investasi.

4. Memenuhi standar operasional BPJAMSOSTEK.

5. Menindaklanjuti rekomendasi yang diterbitkan DJSN dan pemeriksaan khusus BPK RI.

6. Menyelesaikan gap antara regulasi dengan implementasi operasional.

Pihak DJSN menyambut baik program yang disampaikan oleh Direksi dan Dewas BPJAMSOSTEK periode 2021-2026. Mewakili DJSN, Iene Muliati, sebagai Ketua Komisi Kebijakan, menyampaikan pihaknya optimis BPJAMSOSTEK mampu mengukir banyak prestasi dan mewujudkan jaminan sosial nasional yang berkualitas bagi pekerja Indonesia.

Dirinya berharap Direksi dan Dewas meningkatkan dan mengupayakan usaha terbaik hingga titik maksimal, khususnya pada aspek manajemen kepesertaan, manajemen risiko dan investasi, serta manajemen layanan manfaat.

Baca Juga :  Konsul Malaysia di Pekanbaru: Riau Lebih Melayu Dari Pada Malaysia

Menutup pertemuan tersebut, Anggoro Eko Cahyo berharap kolaborasi antara jajaran Direksi dan Dewas dengan seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan dengan baik, karena dukungan dari seluruh elemen tersebut sangat dibutuhkan untuk mencapai visi dan misi yang mulia memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.

Kepala Kantor BPJSK Ketenagakerjaan Cabang Dumai Ikmalsyah Sedar juga menyambut baik dan siap melaksanakan tugas guna mencapai visi dan misi memberikan perlindungan jaminan sosial kepada
masyarakat khususnya para pekerja di kota Dumai.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar seluruh perusahaan untuk mendaftarkan pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Begitu juga para pekerja bukan penerima upah (BPU) serta seluruh pegawai non ASN di lingkungan Pemko Dumai untuk mendaftar sebagai peserta minimal untuk dua perlindungan yaitu JKM dan JKK.

“Kami berharap masyarakat Dumai segera mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal untuk dua program yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm),” pinta Ikmalsyah Sedar berharap. (Rls/RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *