Masih Diperbincang, Muswil BKMT Kepri yang Dibubarkan

Suasana depan Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepri setelah Muswil BKMT dibubarkan Tim Satgas Covid-19

RiauKepri.com, BATAM — Muswil BKMT (Musyawarah Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim) II Provinsi Kepulauan Riau yang dibubarkan masih jadi perbincangan. Di antaranya terkait dengan keberanian Tim Satgas Covid-19 membubarkan kegiatan di Aula Kantor Gubernur, ditenggarai mendapat arahan dari orang yang cukup berpengaruh.

“Dengan logika sederhana saja, apa mungkin Tim Satgas tidak merasa sungkan bertindak demikian terhadap kegiatan di Kantor Gubernur sekalipun dengan alasan Covid-19 jika tidak ada arahan dari orang berpengaruh?” ujar Walikota LIRA Batam, Kiswanto Sukaeri, dalam bincang-bincang dengan media online ini.

Ia sepemahaman bahwa pelaksanaan Muswil BKMT Kepri, yang semula dijadwalkan Kamis (08/07), mendapat perhatian besar dari Gubernur Ansar Ahmad. Sehingga, jadi atau tidaknya perhelatan tersebut, diperkirakan tak terlepas dari campur-tangan Ansar, sang penguasa dalam kapasitasnya sebagai gubernur.

Catatan lainnya yang dianggap aneh terkait dengan pembubaran Muswil, adanya klarifikasi pejabat Pemprov Kepri. PlH Sekda Kepri Lamidi dan Plt Karo Humas, Protokol, Penghubung (Humprohub) Hasan, misalnya, kepada media mengatakan bahwa Muswil BKMT II Kepri tidak dibubarkan, tetapi ditunda.

Baca Juga :  Rida K Liamsi: Puisi Adalah Hidup Saya

“Yang jelas, Tim Satgas Covid-19 tak punya kapasitas untuk menunda kegiatan, tapi melakukan pembubaran iya, jika terjadi atau dianggap berpotensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Lalu, apa urgensinya pejabat Pemprov membuat klarifikasi seperti itu?” tanya Kis, sapaan akrab Kiswanto.

Menurut Kis, pelaksanaan Muswil ini diduga sudah digiring sedemikian rupa untuk memenangkan Hj Dewi Kumalasari, isteri Ansar. Oleh karena itu, terkesan ada upaya untuk tidak mengakomedir pemilik hak suara yang mendukung calon lain, Hj Marlin Agustina, termasuk dengan mengingkari AD/ART, terutama pada BAB V, Pasal 14, ayat (2).

Diperoleh informasi, ketibaan peserta Muswil dari Batam pagi Kamis melalui Pelabuhan Pelantar I Tanjungpinang, mengkuatirkan kubu Dewi. Mereka terdiri dari utusan sejumlah PD (Pengurus Daerah) dan utusan PC (Pengurus Cabang), sekaligus merupakan pendukung Marlin.

Baca Juga :  Hasil Road Show Riau Pos, Syamsuar Calon Paling Unggul

Ketibaan mereka diketahui sejumlah petinggi di Pemprov Kepri yang sedang ngopi/sarapan di sekitarnya dan dikabarkan sempat memperbincangkan hasil Muswil tidak sesuai harapan jika utusan yang baru tiba dari Batam terakomedir sebagai peserta. Kekuatiran itu terhindari, karena Muswil yang direncanakan di Aula Wan Seri Beni dibubarkan Tim Satgas Covid-19.

Informasi pembubaran Muswil disampaikan pejabat Pemprov Kepri via ponsel kepada pendamping ibu-ibu BKMT yang baru tiba dari Batam itu. Tetapi sejumlah utusan PD tak mau kecolongan, kuatir kabar pembubaran tersebut sebagai sebuah intrik, sehingga mereka tetap bergerak menuju Dompak. Apalagi sebelumnya terkesan ada upaya untuk mempersulitkan feri yang membawa mereka untuk sandar.

Utusan dari PC diminta standby dan segera meluncur jika memang diperlukan. Sebab, jika Muswil dilaksanakan, para utusan PD pendukung Marlin akan berjuang semaksimal mungkin agar suara setiap PC, sebagaimana diatur dalam AD/ART, dapat diakomedir.

Baca Juga :  Nurdin Senang Respon Positif Menkeu untuk Kawasan Logistik Berikat

Tiba di Aula Wan Seri Beni Dompak memang sudah sepi. Mereka kemudian bergegas menuju Hotel Sempurna Jaya, karena informasi tak resmi menyebut Muswil dialihkan di sini. Ada yang mengatakan Muswil dilaksanakan secara vertual dan informasi lain menyebut menunggu arahan dari BKMT Pusat.

Belum dapat kepastian Muswil jadi atau tidak dilaksanakan di Hotel Sempurna Jaya, panitia sudah tak ada lagi di tempat. Kemudian diperoleh kabar bahwa panitia membawa peserta yang “sepaham” ke kawasan Madu Tiga, Bintan, seperti sengaja menghindari atau meninggalkan peserta yang baru tiba dari Batam tadi.

Di Kawasan Madu Tiga, Muswil sempat juga mau dilaksanakan, minus peserta yang baru tiba dari Batam tadi. Begitupun, keinginan tersebut tidak memperoleh dukungan penuh, selain BKMT Pusat melalui surat berpendapat agar Muswil yang sempat dibubarkan itu ditunda sampai pandemi Covid-19 mereda. (RK3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *