Begini Cara Unilak Bantu Pemda Tangani Pandemi Covid-19

Gelar Webinar Hadirkan Gubernur Riau

Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr. Syafrani. M.Si.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Perguruan Tinggi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mensosialisasikan dan mencegah penyebaran virus corona, khusus di Provinsi Riau Pasacasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), Sabtu 24 Juli 2021, akan menggelar webinar nasional dengan tema: “Tanggung jawab Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Covid-19 Pada Masa Pandemi.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber para pakar dari berbagai bidang yaitu, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si, kemudian Dr. Dr. M. Naser. Sp. KK. D. Law ketua Asosiasi dosen hukum kesehatan Indonesia, kepala dinas kesehatan provinsi Riau Dr. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM, ketua komisi informasi publik Zulfra Irwan SE. dan moderator Dr. Ns. Rifa Yanti. S., Kep. M. Biomedis.

Baca Juga :  Peduli di Tengah Pandemi Covid 19, Kadin, IAI Tafaquh Fiddin dan Bulog Gelar Pasar Murah

Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr. Syafrani. M.Si, mengatakan dilihat secara umum ada peningkatan kasus Covid-19 yang ditandai dengan dikeluarkan aturan PPKM. Sebagai lembaga pendidikan, Pascasarjana Unilak ingin berperan dalam proses penanganan Covid-19, melihat dari sisi pemerintah, sosialiasi, elemen kesehatan dan akademisi juga dilibatkan dalam seminar. “Di Pascasarjana ada prodi hukum dan manajemen, tentunya berkolerasi secara ekonomi dan hukum, apabila peraturan itu berjalan tentu dampaknya pada ekonomi dan hukum.”

Alhamdulillah, kata Syafrani, gubernur Riau bersedia untuk menjadi keynote speaker. “Kita juga mengundang Komisi Informasi Publik, kemudian juga melihat peran media menerjemahkan peraturan yang berlaku apakah kaku atau tidak, membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran, bagaimana pun yang terdampak tentu ekonomi kelas menengah bawah. Narasumber semua telah kita hubungi, kita juga mengundang ketua Stikes Al Insyirah sebagai moderator,” ujar Prof. Syafrani.

Baca Juga :  Tim Dracula Amankan 24 Kilogram Sabu di Marpoyan Damai

Dijelaskan Syafrani, peserta seminar adalah mahasiswa pascasarjana dari berbagai tingkatan, peserta umum juga dapat mendaftar. Bagi mahasiswa pascasarjana mengikuti seminar nasional ini sebagai bagian dari syarat bagi mahasiswa Pascasarjana sebagai salah satu persyaratan ujian tesis.

“Semua tingkatan mahasiswa Pascasarjana kita libatkan, namun secara prinsip yang kita prioritaskan mahasiswa tingkat satu, sampai saat ini jumlah peserta telah lebih dari 220 orang baik mahasiswa magister hukum dan magister manajemen,” beber Syafrani.

Dari webinar ini nanti peserta dan masyarakat umum akan mendapatkan informasi terbaru dari pemerintah dalam penanganan Covid-19, baik dari segi aturan, informasi pencegahan, dan berita bria hoax dimasa pandemi terkadang membuat kegaduhan, yang terpenting pandemi Covid-19 tidak membuat kegaduhan di masyarakat dan ini ada peran media. (RK7)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *