“Kenapa Ansar Ahmad Jadi seperti Itu Ya?”

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada suatu acara terkait penanganan Covid-19 di Batam, Senin (09/08), didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

RiauKepri.com, BATAM- Pernyataan Ansar Ahmad untuk kosumsi umum terkait hubungannya dalam kapasitas sebagai Gubernur Kepri dengan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, dan beberapa hal lainnya, dianggap bukan sebagai upaya klarifikasi. Justru sebaliknya, hal itu dapat memperkeruh keadaan yang dinilai sangat tak patut di tengah hantaman badai pandemi Covid-19.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada suatu acara terkait penanganan Covid-19 di Batam, Senin (09/08), didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

“Bingung, kenapa Ansar Ahmad jadi seperti itu ya? Sensi, cengeng, dan emosional. Yang jelas saya menilai Ansar sangat tidak bijak dengan mengumbarkan persoalan internal menjadi kosumsi publik, merasa paling benar, dan paling berkuasa,” ujar Muhammad Nur, Gubernur LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kepri, dalam bincang-bincangnya dengan media ini.

M Nur.

Seperti diketahui, video yang memuat pernyataan Ansar beredar luas di media sosial, termasuk di chanel YouTube. Duduk bersebelahan dengan Ansar ketika memberi keterangan itu, Senin di Hotel Harmoni, PlT Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung Kepri Hasan, S.Sos.

Baca Juga :  Bangun Pemuda Kepri Lewat Pramuka

Isinya antara lain terkait hubungan kedinasan dengan Wakil Gubernur, komitmen politik antara dikhianati dan mengkhianati, serta kegiatannya di Batam yang tidak didampingi jajaran Pemko Batam. “Saya geleng-geleng kepala menyimak video yang memuat pernyataan Ansar dan Ade Angga itu,” ujar Nur.

Acara itu sendiri bertajuk “Sembang Media Bersama Gubernur Kepulauan Riau untuk Kepri Makmur, Berdaya Saing dan Berbudayaā€¯. Tampak duduk semeja dengan Ansar, Staf Khusus Syarifuddin Aluan dan Ade Angga, Ketua Tim Sukses Ansar ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur, berpasangan dengan Marlin Agustina.

Baca Juga :  Semua Bersinergi untuk Memajukan Kepri

Dalam analisa Nur, apa yang dilakukan Ansar coba memancing emosional Muhammad Rudi, Wali Kota Batam/ Kepala BP Batam, yang juga suami dari Marlin Agustina. Jika benar demikian, Ansar gagal total, karena, katanya, Rudi tetap fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan pembangunan kota yang ia pimpin.

“Karena itulah, pantas kita beri apresiasi terhadap Pak Rudi yang tetap fokus pada kerja. Ini jauh lebih penting dan berarti buat masyarakat daripada meladeni pernyataan-pernyataan yang mungkin memang bertujuan untuk mendiskreditkan Pak Rudi. Masyarakat Kepri ini tidak bodoh untuk memahami itu,” ujar Yudi.

Keterangan yang dirangkum media ini dari berbagai sumber terkait menyatakan bahwa apa yang disampaikan Ansar dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Beberapa hal diduga diplintir jadi ajang pembenaran terhadap upaya-upayanya untuk mengingkari janji dan mengatakan bahwa dialah yang dikhianati sehingga balas mengkhianati.

Baca Juga :  Sedap, 465 RT dan RW Terima Insentif Dari Rafiq

Nur menilai wajar apabila banyak yang menilai cara yang dilakukan Ansar seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Selain itu, ada pula yang menganggap sebagai tindakan membuka aib sendiri, bersifat kekanak-kanakan, dan diibaratkan buruk muka cermin dibelah.

“Kita tahu bahwa seorang Gubernur adalah pimpinan yang punya kuasa memegang komando dalam memimpin daerah yang ia pimpin. Jika bersama pasangannya saja ia tidak bisa memimpin, gimana dengan masyarakat. Curhat Ansar di video itu seperti mempertontonkan ketidakmampuannya menghadapi persoalan-persoalan yang bisa saja berasal dari dia sendiri,” kata Nur. (RK3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *