Apri Tersangka, Anak Ansar Segera Naik Tahta Jadi Bupati Bintan

KPK menetapkan Apri Sujadi (AS), bupati Bintan sebagai tersangka.

RiauKepri.com, BINTAN- Bertuah punya badan. Anak Gubernur Kepri Ansar Ahmad, yakni Roby Kurniawan, segera naik tahta dari wakil bupati Bintan menjadi bupati Bintan. Ini lantaran kursi bupati Bintan sedang kosong, menyusul penetapan dan penahanan Apri Sujadi (AS) sebagai tersangka oleh KPK, Kamis (12/08/2021).

Apri Sujadi (AS) jadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018. Dalam kasus serupa, KPK juga menetapkan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan, Muhammad Saleh Umar (MSU), sebagai tersangka.

“Menetapkan tersangka pertama AS, bupati Bintan periode 2016-2021. Kedua, MSU, Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga :  Unilak "Tancap Gas" Wujudkan MBKM

Alexander mengatakan, kedua tersangka tersebut akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Apri Sujadi ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan MSU ditahan di Rutan KPK C1. Sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, kedua tersangka tersebut diisolasi di Rutan KPK Kavling A1.

“Untuk kepentingan penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan dan masing-masing tersangka ditahan selama 20 hari ke depan terhitung dari 20 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2021,” kata Alexander.

Sebelumnya, KPK ternyata tidak hanya mengusut soal cukai rokok dalam perkara dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Bintan. KPK juga turut menelisik perihal cukai minuman beralkohol.

“Jenisnya juga tidak hanya satu di cukai rokok tapi ada juga minol, minuman beralkohol,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).

Baca Juga :  Perjudian Online Beromset Ratusan Juta di Batam Dibongkar Polisi

Karyoto mengatakan, KPK memang mengusut berbagai tempat terkait kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Bintan. Namun, Karyoto enggan menjelaskan lebih lanjut bidang lain yang tengah diusut.

Seperti diketahui, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan perkara ini sudah masuk tahap penyidikan. Namun dia belum menjelaskan secara lengkap dugaan korupsi tersebut.

Dia mengatakan pimpinan KPK saat ini membuat kebijakan untuk mengumumkan tersangka bersamaan dengan penangkapan atau penahanan.

“Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka,” ucap Ali.

KPK sebelumnya memeriksa dua saksi berstatus swasta, yakni Dwi Hariwibowo dan Yanny Eka Putra, pada Senin (15/3) lalu. Keduanya didalami pengetahuannya terkait pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Waw! Sebanyak 161 ASN Kabupaten/Kota di Riau Diberhentikan

“Para saksi didalami pengetahuannya terkait teknis bagaimana pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3).

KPK juga telah menggeledah sejumlah tempat terkait dengan dugaan perkara korupsi ini. Salah satu tempat yang digeledah adalah kantor Bupati Bintan Apri Sujadi. Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Sesuai degan peraturan perundangan yang berlaku, jika bupati berhalangan tetap, maka wakil bupati naik mengisi jabatan bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai proses hukum inkrah. Setelah itu, jika tersangka divonis bersalah, wakil bupati ditetapkan sebagai bupati secara definitif.

Sedangkan kekosongan posisi wakil bupati diisi dengan cara pemilihan di kalangan DPRD setempat. Mereka yang dipilih adalah calon-calon yang diajukan partai koalisi pengusung terpilih dalam Pilkada sebelumnya. (RK3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *