OPP: Warga Penyengat Nak Parkir di Mana?

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Setiap warga Penyengat yang memiliki motor di Tanjungpinang harus memutar otak untuk mencari tempat parkir. Per 12 Oktober ini, Dinas Perhubungan Tanjungpinang telah melarang motor melintas atau diparkir di sepanjang jalan dan ruang tunggu dermaga Pelantar Kuning.

Dari pengumuman resmi yang sudah ditempel di sana, pelarangan ini mengacu pada surat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang yang menyatakan bahwa kondisi teknis Pelantar Kuning sudah tidak memungkinkan sebagai tempat parkir.

Ketua Organisasi Pemuda Penyengat (OPP) Tohar Fahlevy menyayangkan penerbitan pengumuman ini tanpa dibarengi sosialisasi dan solusi lebih dulu. “Seharusnya pemerintah memberi atau menyediakan tempat parkir alternatif dahulu baru larangan itu diberlakukan. Kalau langsung macam ini, warga Penyengat nak parkir di mana?” kata Tohar, Senin (11/10) malam.

Baca Juga :  Alamak, Keluarga Ambil Jenazah PDP Covid-19 di RSBP Batam

Pemko Tanjungpinang, sambung Tohar, semestinya memikirkan bahwa tidak sedikit jumlah motor warga Penyengat yang biasanya diparkir di Pelantar Kuning sehingga perlu ada solusi nyata berupa tempat parkir alternatif. “Karena di tempat Aseng itu juga terbatas dan tidak cukup untuk menampung semua motor warga Penyengat,” ujar Tohar.

Dalam amatan Tohar, masih ada beberapa bidang lahan di sekitaran Pelantar Kuning yang bisa jadi lahan parkir alternatif. Semisal, sepetak lahan di gerbang masuk pelantar atau di kawasan kantor dinas pariwisata dan kebudayaan.

Baca Juga :  Herd Immunity untuk Beraktivitas Normal Kembali

“Kalau harus ke Bintan Mall itu bukan saja jauh, tapi mahal juga. Saya berharap pemerintah bisa lekas merespons karena ini menyangkut hajat orang banyak,” pungkas Tohar. (RK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *