Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir Ingatkan Kemajemukan

Nyat Kadir saat sosialisasi 4 pilar.

RiauKepri.com, BATAM –– Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukan. Untuk itu perlu ada penyangga yang disebut empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI agar tetap berdiri kokoh.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Dapil Kepri, Datok Drs H Nyat Kadir, di sela-sela sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Sekupang, Batam, Senin (21/11/2021) malam.

Sosialisasi itu dihadiri Pengurus Masjid Jami Nuruddin Kavling Senjulung, Punggur, Kabil, Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu majelis taklim serta remaja masjid.

Acara itu berlangsung tertib dan terjadi tanya jawab yang dinamis. Mengawali sosialisasi, Nyat Kadir mengajukan pertanyaan kepada warga seputar gunanya dasar negara. Warga pun berebutan menjawab pertanyaan tersebut. Acara sempat dibuat riuh rendah dan tepukan tangan hadirin tatkala sebagian warga salah menjawab pertanyaan

Nyat Kadir mengatakan, gunanya dasar negara agar negara memiliki landasan, arah dan tujuannya yang jelas. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, sehingga mudah muncul bubar.

Bayangkan saja, lanjut Anggota DPR RI dua periode itu, berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,6 juta jiwa, 700 bahasa daerah dan 1.128 suku bangsa. Hal ini tentu Indonesia harus memiliki pondasi dan pilar yang kuat. Pilar itu yang kita sebut dengan empat pilar kebangsaan.

Baca Juga :  Targetnya, Semua Memiliki Akses Air Minum

Keempat pilar kebangsaan itu lanjut Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) VI itu, merupakan tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam ancaman.

Ibaratnya tiang penyangga, suatu bangunan agar bisa berdiri kokoh, maka bangunan itu harus kuat. Bila tiang rapuh, maka bangunan akan mudah roboh. Jadi kalau bangunan itu mau kuat, maka harus ada fondasi atau dasar yang kuat. Dan kita punya pondasi dan pilar yang kuat yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Nyat Kadir mengatakan, Pancasila dalam kedudukannya selain sebagai dasar negara juga dibuat untuk menjadi tujuan negara dan cita-cita bangsa. Kita mengidamkan sebuah negara yang punya Tuhan Yang Maha Esa, punya rasa kemanusiaan yang tinggi, bersatu serta solid, selalu bermusyawarah dan juga munculnya keadilan sosial. Meskipun sebenarnya masih banyak fungsi-fungsi lain Pancasila yang tak kalah penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir: Gelorakan Goro Lawan Covid-19

Kemudian UUD 1945, jelas mantan Walikota Batam itu, menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Di mana keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya.

Dikatakannya, ada empat kandungan dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi alasan komitmen untuk tidak mengubahnya yakni terdapat norma dasar universal bagi tegaknya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Terdapat tempat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini menjelaskan, untuk membangun karakter bangsa memang dibutuhkan komitmen terhadap NKRI. Bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI. Maka rasa cinta terhadap tanah air, lanjut Nyat Kadir, perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa melalui pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Pembangunan karakter juga harus diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa bukan memecah belah NKRI.

Baca Juga :  Kokohkan Pondasi Agama, Buat Kepri Aman dan Damai

Kemudian Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam itu, adalah bertujuan untuk menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia. Tak dipungkiri Indonesia terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan antargolongan
(SARA). Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah.

Jadi, lanjut Nyat Kadir, keberagaman bukan untukdipertentangkan apalagi diadu antara satu dengan yang lain sehingga berakibat pada terpecah belah. Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika itu yang dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Di akhir sosialisasi Nyat Kadir berharap kepada para tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan itu untuk dapat menjabarkan secara komprehensif tentang isi dan makna Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ke masyarakat sekitarnya.

“Pengetahuan yang didapatkan hari ini harus kembali disosialisasikan kepada anak dan lingkungan sekitar bapak ibu sekalian. Sehingga akan terwujud masyarakat yang sadar konstitusi sehingga masyarakat tidak terjebak dalam pemahaman yang radikal,” harap Nyat Kadir. (RK3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *