Nobar di Kedai Kopi Rakyat, Mahasiswa Edukasikan Bahayanya Batu Bara

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG- Hima Persis Tanjungpinang dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tanjungpinang-Bintan menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter BaraDwipa di Kedai Kopi Rakyat, Batu 8 Atas depan Hotel CK Tanjungpinang, pada Minggu (28/11/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sedikitnya 70 mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi itu menonton film dokumenter BaraDwipa yang menceritakan tentang dampak nyata yang dialami oleh masyarakat di Pulau Sumatera akibat pengembangan industri fosil batu bara.

Lewat film dokumenter tersebut, Sekretaris Jenderal Hima Persis Tanjungpinang, Zulkarnain mengatakan, batu bara yang sarat dengan pencemaran lingkungan akibat pembakaran energi kotor ini perlu segera digantikan dengan energi bersih dan ramah lingkungan.

“Sebagai bentuk mengenalkan atau mengedukasi problematika di Sumatera. Mencari solusi yang terbaik untuk menggantikan industri batu bara,” katanya.

Baca Juga :  Nyat Kadir Minta Presiden Pertimbangkan Kembali Pembangunan RS Khusus Corona di Batam

Menurut Zulkarnain, dengan mengetahui bahayanya Batu Bara, masyarakat dapat mewaspadai hadirnya Batu Bara di Kepri apalagi tingginya kebutuhan listrik yang terjadi belakangan ini.

Ketua IMM Cabang Tanjungpinang-Bintan, Syahril juga menyayangkan kebijakan pemerintah memberikan izin operasional PLTU Batu Bara di Pulau Sumatera tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

Pemerintah, kata dia, harusnya fokus membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan, apalagi Pulau Sumatera memiliki potensi energi terbarukan dibandingkan dengan batu bara.

“Menyayangkan tindakan pemerintah yang memberikan izin operasi kepada PLTU tanpa mempertimbangkan dampak apapun,” ujarnya.

Kabid Hikmah IMM cabang Tanjungpinang – Bintan Reppin Ocri Multi turut menambahkan, bahwa kegiatan nobar dan menyampaikan pendapat ini juga di peruntukkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan Gubernur Kepri, LIRA Dukung Kinerja Pemerintah, Namun Tetap Kritis dan Independen

Dikatakannya, keadaan yang terjadi saat ini yang sudah bersifat urgen yang di akibatkan oleh tambang dan pembangunan energi yang berdampak negatif di masyarakat.

“Sudah bersifat urgen maka harus ada kesadaran pada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu di mulai dari kesadaran ini lah di harapkan ada gerakan lanjutan demi kesejahteraan dan keselamatan bersama,” ungkapnya.

Pendapat lain juga disampaikan Mantan Presiden Mahasiswa UMRAH, Rindi Afriadi. Ia menyebut, pembangunan yang meniadakan kepentingan masyarakat sudah menjadi kebiasaan yang terpola di Indonesia.

Pembangunan acap kali hanya memperhatikan kepentingan pengusaha maupun investor.

Baca Juga :  Nurdin Sambut Atase Pertahanan 27 Negara

“Pembangunan di Indonesia memang seperti itu, untuk memberikan kenikmatan bagi segolongan orang harus menyiksa sebagian banyak orang,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Shabri dari Mapala Hang Tuah Stisipol Raja Haji meminta agar mahasiswa terus menyuarakan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang di Kepri.

Menurut Shabri, masih banyak ditemukan kerusakan lingkungan di Kepri akibat aktivitas tambang masa lalu dan saat ini yang tak kunjung di rehabilitasi.

“Kalau masalah tambang, di daerah kita juga ada tambang. Lihat kerusakan-kerusakan yang ada di lingkungan kita. Suarakan itu,” tambahnya. (RK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.