Sebelum Menempati Tempat Baru, Walikota Pertahankan Pelaku UMKM Anjung Cahaya

* Terkait Rencana Pembangunan Gedung Serbaguna LAM Kepri

Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP dan perwakilan pelaku UMKM Anjung Cahaya

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG-Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP menyatakan Pemerintah Kota Tanjungpinang belum akan menghibahkan aset lahan Anjung Cahaya ke Pemerintah Provinsi Kepri, terkait rencana pembangunan gedung serbaguna LAM Kepri di lokasi tersebut. Menurut walikota, selagi belum ada tempat baru untuk relokasi para pelaku UMKM yang telah berjualan di Anjung Cahaya, aset tersebut masih akan dikuasai dan dikelola oleh Pemko Tanjungpinang dan dipergunakan sebagai lahan pengembangan usaha UMKM.

Hal tersebut dikatakan Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP kepada belasan perwakilan pelaku UMKM Anjung Cahaya saat menerima kedatangan perwakilan pelaku UMKM di kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (12/1). Sebelumnya para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di Anjung Cahaya merasa resah karena mendengar bahwa Anjung Cahaya akan dipergunakan sebagai bangunan gedung serbaguna LAM Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Dicky dan Gatus'K Berbagi Air Bersih ke Masyarakat

Menjawab surat mengenai hibah Anjung Cahaya tersebut, Hj. Rahma minta kepada gubernur untuk terlebih dahulu menyediakan tempat baru sebagai relokasi. Setelah para pedagang menempati tempat baru, Pemerintah Kota Tanjungpinang baru akan menghibahkan Anjung Cahaya ke Provinsi Kepri.

“Selagi belum ada lahan atau tempat relokasi, dan pedagang yang sudah lama berjualan di Anjung Cahaya belum menempati tempat baru tersebut, kita belum akan menghibahkan lahan tersebut. Artinya, para pelaku UMKM masih dapat berjualan di Anjung Cahaya,” ucap Rahma, dan disambut dengan suka cita belasan perwakilan pelaku UMKM yang menemuinya.

Baca Juga :  Gubkepri Ansar Serahkan DIPA dan TKDD 2022

Pada pertemuan tersebut terungkap bahwa Gubernur Kepri mengeluarkan surat permintaan hibah lahan Anjung Cahaya, yang akan dipergunakan untuk membangun gedung serbaguna LAM Provinsi Kepri. Informasi tersebut juga didengar para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM, hingga belasan perwakilan menemui walikota dan mengadukan permasalahan tersebut.

Kekhawatiran pedagang dan pelaku UMKM disebabkan oleh ketidakjelasan relokasi pedagang selama proses rencana pembangunan gedung tersebut dilaksanakan. Koordinator pedagang dan pelaku UMKM Anjung Cahaya, Wahidin mengatakan di lokasi tersebut saat ini tedapat 67 pedagang. Jika Anjung Cahaya diibahkan ke Provinsi Kepri dan akan dipergunakan untuk bangunan serbaguna, para pedagang tidak akan dapat melaksanakan aktivitasnya.

“Ada 67 pedagang di Anjung Cahaya. Kami setuju saja jika memang itu program pemerintah. Tapi tolong perhatikan nasib kami para pedagang kecil, kemana kami akan dipindahkan dan bagaimana kami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kami sepenuhnya sepakat dan mendukung Ibu walikota,” ungkap Wahidin.

Baca Juga :  Setelah Bertemu, Ini Kata Kapolres Terhadap PWI Bintan-Tanjungpinang

Perwakilan pedagang juga mengungkapkan bahwa masih banyak lahan yang tersedia di Pulau Dompak untuk dibangun gedung serbaguna LAM Kepri. Jangan sampai, kata mereka, rencana pembangunan tersebut dipaksakan di Anjung Cahaya dengan konsekuensi harus mengorbankan para pedagang kecil dan pelaku UMKM. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *