Bentrok Masyarakat Adat Pantaicermin dengan Warga Transimigrasi

Bentrok masyarakat adat dengan kelompok trans di Kampar.

RiauKepri.com, KAMPAR- Masyarakat adat Pantaicermin dan warga transimigrasi Pagaruyung bentrok di hadapan polisi pada Kamis pagi, (7/4/22) sekitar pukul 14.30 WIB, di lahan sengketa antara masyarakat adat Pantaicermin dengan warga transimigrasi PTPN 5.

Pihak kepolisian tak dapat berbuat apa-apa ketika warga transimigrasi merobohkan pondok Masyarakat Adat Pantaicermin yang ditunggu kaum perempuan.

Terlihat dari video yang dikirim ke redaksi, sejumlah ibu-ibu bertahan di atas pondok, sedangkan massa dari beberapa desa trans meruntuh pondok secara paksa. Akibat bentrok itu, beberapa orang masyarakat adat luka lebam. Pihak kepolisian hanya membiarkan masyarakat transimigrasi mengamuk.

Baca Juga :  Desa Pangkalan Jambi Juara 1 Festival Colok 2018, KNPI Bukit Batu Apresiasi Kinerja Disparbudpora

“Kami dikepung ratusan orang transimigrasi. Mereka membawa senjata tajam ketika berhadapan dengan kami. Beberapa orang mengacungkan senjatanya” ungkap Ime (49).

“Orang trans itu telah merampas tanah adat di tepi kampung kami sejak tahun 90-an, dan hari ini mereka berani menyerang kami dengan senjata tajam,” kata Seroja.

Menyadari kalah jumlah dan adanya pihak kepolisian, membuat masyarakat adat tidak melakukan perlawanan. Mereka hanya bisa bertahan di atas pindok sebelum akhirnya terpaksa turun karena amukan massa. Saat ini, lokasi bentrok yang berada di pinggir kampung Pantaicermin sudah kondusif. (*/RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Close