Hebat, Buku Yang Dipagari Talang Yang Dijaga Mamak, Satu Penulisnya Tamatan SD

Ketum MKA LAMR: Semoga Membuka Mata Hati Kita

Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan saat memberi sambutan pada peluncuran buku Yang Dipagari Talang Yang Dijaga Mamak.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya, ternyata penulis buku Memori Kolektif; Yang Dipagari Talang Yang Dijaga Mamak, satu di antaranya tiga tahun belakangan ini tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan SMP, hanya tamat SD.

Buku Memori Kolektif; Yang Dipagari Talang Yang Dijaga Mamak, itu diluncurkan di Aula Lantai III Rektorat Unilak, Kamis (28/07/2022). Peluncuran buku ini menghadirkan pembicara Andiko (AsM Law Office), Pinto Anugerah (Editor) Dita (Perwakilan Penulis) Batin Irasan (Kepala Suku Talang Mamak) Dr. Mohd. Fauzi, S.S., M.Hum. (PSM FIB Unilak).

Dalam sambutannya, Rektor Unilak Dr Junaidi mengatakan, Unilak peduli terhadap suku-suku yang ada di Riau termasuk Talang Mamak. “Salah satu peduli Unilak memberi kesempatan beasiswa kepada anak Talang Mamak kuliah di Unilak. Tahun ini masih kita buka kesempatan untuk Talang Mamak. Namun harus ada dokumen yang perlu dipenuhi dari pihak kelurahan dan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Suai, Unilak Berikan Diskon 10 Persen Uang SPP Untuk Mahasiswa

Junaidi menegaskan, untuk suku-suku asli di Riau ini harus diberi peluang khusus kepada mereka untuk menimba ilmu di universitas.

“Kami sangat mengapresiasi peluncuran buku ini, dan tentu masih banyak suku-suku asli yang ada di Riau ini yang perlu kita angkat hingga menjadi perhatian kita semua,” ucap Junaidi.

Pada kesempatan yang sama, AsM Law Office Andiko menyebutkan, Riau adalah salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Dunia, namun sawit tidak bisa dijual ke dunia internasional jika bermasalah dengan masyarakat tempatan.

“Berdasarkan riset saya, inilah buku pertama di negara ini tentang Takang Mamak yang ditulis anak-anak Talang Mamak sendiri. Mereka masih muda belia, masing-masing mereka adalah Ayu (SMA), Gunawan, (SMA), dan Rendi. Khusus Rendi, dia hanya tamatan SD. Tiga tahun ini dia tidak bisa melanjutkan sekolah, dan setelah menulis buku ini dia ingin melanjutkan sekolah ke SMP,” ucap Andiko dengan suara tertahan karena menangis.

Baca Juga :  Tamasya Anisa di Sungai Kampar Berbuah Maut

Para penulis ini adalah generasi depan yang bakal menjadi pemimpin ke depan, meskipun anak-anak ini serba kekurangan namun mereka punya mimpi besar. “Anak-anak ini harus kita dukung, karena tantangan sekarang cukup besar lantaran Narkoba sudah masuk ke kampung-kampung,” ucap Andiko.

Dalam tunjuk ajarnya pada peluncuran buku tersebut, Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan, mengatakan, apa yang dia ikuti dalam acara hari ini, semoga menjadi pencerahan dan motivasi bagi semua pihak.

“Saya mengucapkan syabas dan tahniah kepada penulis ananda Ayu, Gunawan, dan Rendi. Apa yang dilakukan ananda ini sesuatu yang besar dan nilainya tak terhingga. Saya adalah bagian dari ananda semua,” ungkap Datuk Seri Marjohan.

Masyarakat Talang Mamak ini, kata Datuk Seri Marjohan, dia tidak pernah menyebutkan dengan kata suku keterbelakangan tapi suku asli Riau. “Jika ada yang mengatakan hal itu, hanya sebuah upaya untuk menjajah.”

Baca Juga :  Menabur Budi: Mengenang Tenas Effendy dalam Kumpulan Cerpen Buya H Amrizal Isa al-Bangkalisi

Semoga dengan adanya buku ini, tambah Datuk Seri Marjohan, dapat membuka mata hati kita semua. “Kearifan lokal di buku ini ingin sekali saya membacanya. Kepada penulis yang masih muda, jangan pernah berhenti menulis,” pinta Datuk Seri Marjohan.

Harapan Datuk Seri Marjohan, jadikan peluncuran buku ini sebagai momentum bagi semua pihak untuk berbuat lebih besar lagi. “Kita memang tak bisa melawan alam tapi kita bisa bersahabat dengan alam,” begitu tunjuk ajar Datuk Seri Marjohan menutup kata elu-eluannya.

Tampak hadir dalam peluncuran buku tersebut,  Kadis Kebudayaan Riau yang diwakili Isrok, Ketum Dewan Kesenian Riau Taufik Hidayat, para dosen FIB Unilak.(RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *