Baru 8 Jam Dilahirkan, Bayi Mungil Dibuang Ibu Kandung dan Pamannya

RiauKepri.com, BATAM – Entah apa yang ada di benak M (18), ibu muda yang baru melahirkan pada Kamis (28/8/2022) lalu. Ia tega memasukkan bayi mungil yang baru dilahirkannya ke dalam karung beras dan membuangnya ke semak-semak di wilayah Sadai, Bengkong.

Kasus ini terkuak setelah warga Perumahan Cipta Permata Blok A Nomor 03, RT 003/RW 020, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang memiliki berat 2,4 kilogram (kg) dalam kondisi sehat di semak-semak pada Minggu (28/8/2022) siang, sekira pukul 11.30 WIB.

Baca Juga :  Tim Patroli Covid-19 di Batam Dapat Bantuan 2000 Pelindung Wajah

“Bayi ini diduga baru dilahirkan sekitar 8 jam dari waktu saat ditemukan, melihat bekas darah persalinan yang baru mengering dan tali pusar masih utuh,” tutur Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis didampingi Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian di kantornya, Rabu (21/9/2022).

Informasi pembuangan dan penemuan bayi ini kemudian sampai ke pihak kepolisian. Setelah itu, polisi bergerak menelusuri pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

Pada Kamis (8/9/2022) sore sekitar pukul 17.30 WIB, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembuang bayi. Tak sendiri, pelaku ternyata berjumlah dua orang. Yakni, ibu kandung bayi berinisial M (18) dan abang kandungnya, ME (30). Keduanya diamankan polisi di rumahnya.

Baca Juga :  Pantas Diapresiasi, Pansus LKPJ Minta Sekwan Batam Diganti Terkait Hukum

“Kami berhasil menangkap pelaku berdasarkan penelusuran dan pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti yang akhirnya menghasilkan petunjuk,” ujarnua.

Keduanya lalu digelandang ke Mapolsek Bengkong guna penyelidikan lebih lanjut. Namun, polisi belum mengungkap motif pembuangan bayi tersebut lantaran pelaku masih diperiksa mendalam.

“Kini keduanya telah ditahan guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 77b Peraturan Pemerintah (PP) pengganti Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 308 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara,” tutupnya. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.