Kisah Gubri Syamsuar dan Jantung Pisang di Kajang

Lawatan ke Malaysia

Gubernur Riau Syamsuar bersama rombongan di rumah makan khas Kampar di Malaysia.

RiauKepri.com, SELANGOR- Ada yang menarik dalam perjalanan Gubernur Riau Syamsuar dan rombongan ke negeri jiran, Malaysia. Orang nomor satu di Provinsi Riau ini singgah makan di warung makan khas Kampar di Kajang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia, Kamis (2/3/2023).

Rombongan Gubernur Riau Syamsuar singgah setelah berkunjung ke kampus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berada di Bangi, tidak jauh dari Kajang. Mereka ke UKM untuk menjajaki kerjasama di bidang pendidikan.

Adalah H. Syamsuddin dan Hj. Rabiah, suami istri yang berasal dari Bangkinang, Riau, pemilik warung tersebut. Warung makan sederhana ini tidak punya merek. Namun masyarakat sekitar terutama para pekerja sudah familiar dengan masakan khas Riau tersebut.

Menurut anak Syamsuddin dan Rabiah, Satria Antoni, dulu pernah dibuat merek Rumah Makan Minang, namun masakannya bukan Minang. Akhirnya merek tersebut dibuka. Mau dibuat merek Rumah Makan Kampar, orang tidak kenal.

”Akhirnya diputuskan tidak pakai merek. Namun orang sudah tahu. Jadi, mereka sudah terbiasa ke mari. Merek tidak menjadi masalah,” ujar dosen geologi di salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu.

Gubernur Riau Syamsuar datang bersama istri Hj. Misnarni Syamsuar dan rombongan. Diantaranya Asisten I Masrul Kasmy, Kadis Pariwisata Roni Rahmat, Kadis Perindag Taufik OH, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Helmi D, Kadis LHK Makmun Murod, Karo Pengadaan Barang dan Jasa Rahmad Ramadiyanto dan Karo Administrasi Pimpinan Aryadi.

Baca Juga :  Bertemu Mendagri Malaysia, Gubri Bahas Empat Hal Penting

Selain itu, Wakil Ketua KDEKS Riau yang juga Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Riau, H. Abdul Rasyid Suharto, dosen geologi UIR Dr. Husnul Kausarian dan wartawan senior Fendri Jaswir. Dr. Satria Antoni, meskipun anak pemilik warung, namun dia datang bersama rombongan dari Riau.

Berbagai makanan khas Kampar dihidangkan. Mulai dari gulai ikan, ikan bakar, goreng ikan Selais, telur dadar, dan jantung pisang gulai putih. Ada juga rendang daging khas Kampar. ”Bumbunya dikirim langsung dari Kampar,” kata Satria.

Gubernur Riau Syamsuar dan rombongan betul-betul menikmati makan siang tersebut. Mereka tampak tambah nasi beberapa kali. Bahkan Taufik OH tak berhenti makan ikan bakar dan gulai. ”Waduh, betul-betul kenyang saya. Enak kali,” ujarnya.

Gubernur Syamsuar juga lahap makan siang. ”Sudah jarang kita dapat gulai jantung pisang,” ujarnya. Dia menikmati betul masakan khas Kampar. ”Rendangnya gurih kali. Daging dan bumbunya terasa,” timpalnya.

Baca Juga :  LAMR Gelar Helat Syiar Syair Ragam Melayu Riau

Menurut Satria, orangtuanya sudah bermukim di Malaysia hampir 41 tahun. Awalnya membuka warung makan di Malaka, lalu pindah ke Chow Kit. Dan sejak 20 tahun terakhir berjualan di Kajang, Selangor.

Diceritakan, berawal keinginan untuk merubah nasib dan kehidupan ke arah yang lebih baik. Mereka berjuang merantau ke negeri seberang, Malaka. Karena ilmunya hanya memasak, maka membuka warung makan menjadi alternatif pilihan pekerjaan.

Berbagai rintangan dilalui dan dihadapi demi cita-cita menyekolahkan anak-anak ke pendidikan yang lebih tinggi. Hj. Rabiah yakin dan percaya bahwa dengan pendidikanlah, Allah akan mengangkat derajat manusia.

Sehingga Rabiah dan keluarga berupaya sekuat mungkin untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. ”Dengan pendidikan tinggi, anak saya akan bisa hidup lebih baik dari kami sebagai orang tua,” ujar Hj. Rabiah di warung makannya di Kajang.

Alhamdulillah berkat kerja keras dan kesabaran, anak-anak H. Syamsuddin dan Hj. Rabiah sudah ada yang menyelesaikan pendidikan Doktor di Universitas terbaik di Timur Tengah yaitu King Abdulaziz University.

Baca Juga :  Kepala BKPM RI ke Dumai, Zul As: Investasi Tingkatkan Kesejahteraan

Salah seorang anaknya Dr. Satria Antoni MSc menjadi ahli Geologi dan Perminyakan yang diamanahkan oleh pak Gubernur Riau menjadi Direktur Riau Petroleum Mahato, perusahaan minyak dan gas daerah milik Provinsi Riau.

Ada lagi anaknya yang lulus S1 dan S2 di University Kebangsaan Malaysia (UKM) yang sekarang bekerja sebagai senior engineer di salah satu company top di Malaysia yang bergerak dalam bidang Water Resources dan Hydrogeology.

Hj. Rabiah sangat apresiasi dan sangat bangga atas kunjungan Gubernur Riau Syamsuar dan rombongan di kedai makannya dan makan makanan khas Kampar, Riau. ”Saya merasa bahagia hari ini langsung dikunjungi oleh bapak Gubernur Riau dan mencicipi masakan kami,” ujar Hj. Rabiah.

Nah, bila Anda ke Selangor, Malaysia, jangan lupa singgah di warung makan milik Hj. Rabiah di Kajang. Dapat dipastikan makanannya enak. Nasinya juga enak. Mmm… Nyum.. Nyum… Nyum.. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *