Batam Lampu Colok Festival#1 Meriahkan Malam Pawai Takbir Idulfitri 1444 H

RiauKepri.com, BATAM – Saat Hari Raya Idulfitri atau disebut dengan Lebaran ternyata ada budaya yang dilakukan umat muslim Melayu Kota Batam.

Budaya itu di antaranya makan berhidang setelah melaksanakan salat Idulfitri.

Namun, sebelum itu, ada tradisi lain yakni 7 likur yang dilaksanakan di malam 27 Ramadan.

Adapun rangkain acara 7 lingkur ini yaitu memasang lampu colok yang bermakna ikut bergembira menyambut Hari Raya Idulfitri.

“Lampu colok ini dipasang jelang tiga hari lebaran sampena malam Lailatul Qadar,” kata Ardiwinata Kadis Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

Bahan membuat lampu colok yakni sumbu, minyak tanah, dan bekas kaleng minuman. “Adanya lampu colok ini mengingatkan kita merayakan Idulfitri di kampung halaman. Ada anak-anak main petasan juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Kadispora dan Kadiskominfo Lepas Kontingen Kepri, 24 Atlet Terbaik SIWO PWI Kepri Siap Bersaing di Porwanas Malang

Kemudian melaksanakan shalat Tarawih di masjid dan membaca doa selamat dan menikmati juadah setiap rumah warga. “Setelah shalat Tarawih, jamaah dari masjid tadi datang ke rumah warga baca doa selamat makan kue, macam-macam ada kue bangkit, wajik bersira,” terangnya.

Ia menyampaikan saat kenduri itu, kegiatannya bisa berlangsung sampai waktu subuh. Tujuan dari tradisi ini ialah sebagai ajang silaturrahmi masyarakat Melayu.

Tiba Hari Raya Idul Fitri, kata Ardi semua memakai pakaian Melayu. Bagi ibu-ibu membawa makanan ke masjid untuk makan berhidang, untuk satu hidangan makanan itu diisi empat orang. Selain menjaga silaturahmi kegiatan ini sangat dinanti bagi masyarakat yang merantau.

“Tentulah, saat mereka pulang kampung meraka yang merantau ingin merasakan makan berhidang,” ujarnya.

Baca Juga :  KSM 2022, Upaya Menjunjung Tradisi dan Mengungkit Kebangkitan Pariwisata

Tradisi masih terus dilaksanakan, tepatnya di Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa. Dan tembal lain Setelah makan berhidang, berkunjung ke rumah warga. Namun menariknya kunjungan dari hari pertama sampai ketiga Hari Raya Idul Fitri dipersilahkan untuk anak-anak. Tujuannya supaya anak-anak tersebut dapat mengenal dan melestarikan tradisi ini.

“Hari pertama, kedua, ketiga untuk anak-anak. Para orang tua bertanya kepada anak-anak yang datang tentang puasa sambil bagikan duit raya. Bagi orang dewasa malamnya bisa berkunjung,” ucapnya.

Kemudian Ardi menambahkan. Kota Batam memiliki banyak tradisi budaya yang menarik untuk diketahui. Salah satunya, tradisi saat jelang Idul Fitri seperti lampu cokol ini, Dan ada dalam PPKD Kota Batam.

Baca Juga :  Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri, Rudi Imbau Warga Cerdas Memilih Tontonan

Saat malam Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar pawai takbir. Gema takbir berkumandang dan sejumlah kendaraan hias ikut memeriahkan Gema Idulfitri tingkat Kota Batam. Pawai takbiran tersebut dilepas langsung oleh Wakil rencananya akan dilepaskan Ibu Wagub Kepri, Marlin Agustina, dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Ardi mengajak masyarakat Kota Batam ikut melestarikan budaya Melayu yang ada di Kota Batam sehingga tetap lestari hingga anak cucu nanti. “Ayo kita cintai budaya kita, sehingga budaya kita tetap lestari,” pintanya. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *