Menengal Sunscreen dan Manfaat Hingga Efek Sampingnya

Penggunakan sunscreen merupakan salah satu hal penting untuk memiliki wajah yang sehat dan awet muda. Mungkin hal ini adalah sesuatu yang seringkali kamu dengar. Tetapi sebenarnya apa kamu tahu seberapa penting sunscreen bagi kulit wajah kita?  Untuk mengetahui jawabannya, berikut kami telah merangkumnya dalam artikel di bawah ini. yuk, langsung aja baca artikelnya hingga habis, ya!

Sunscreen atau tabir surya merupakan produk perawatan kulit yang memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari pengaruh sinar UV atau matahari yang pastinya dapat merusak kulit. Tekstur atau jenis sunscreen sendiri beraneka ragam, yaitu mulai dari losion, semprotan, gel, hingga foam.

Sunscreen atau tabir surya hingga saat ini seringkali hanya digunakan jika hendak berpergian ke pantai saja. Padahal sebenarnya, menggunakan sunscreen di rumah setiap hari pun sama pentingnya dengan menggunakan sunscreen saat berjemur di pantai. Lantas, apa alasannya? Matahari memancarkan sinar hangat yang memang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, di antaranya mendorong produksi vitamin D pada tubuh manusia dan mendukung proses fotosintesis pada tumbuhan.

Baca Juga :  BRK Syariah Gelar Silaturahmi dan Bimbingan Bagi JCH Nasabahnya

Tetapi, tahukah kamu jika sinar matahari selain memiliki manfaat juga berbahaya bagi kulit karena memancarkan radiasi UV (ultraviolet)? Sinar atau radiasi UV (Ultra Violet) yang dipancarkan oleh matahari terbagi ke dalam tiga jenis, diantaranya sinar UVA, UVB, dan UVC. Ketiganya menurut penelitian ternyata ditemukan dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada kulit.

  1. Sinar UVA

Sinar UVA memiliki gelombang paling panjang dibandingkan dua jenis sinar UV lainnya, yaitu sekitar 315-400 nm. Dengan panjang gelombang tersebut, membuat jenis UV ini dapat menembus lapisan ozon, awan, hingga sela-sela pintu dan jendela di dalam rumah. Sehingga, dapat dibilang, 95% sinar UV yang masuk adalah sinar UVA. Dampak jangka panjang Sinar UVA pada kulit diantaranya meningkatkan risiko penuaan dini, kekenyalan kulit yang hilang, muncul garis halus atau keriput pada wajah, hingga meningkatnya risiko kanker kulit.

  1. Sinar UVB
Baca Juga :  Perda BRK Syariah Menjadi Nafas Pembangunan Ekonomi di Tanah Melayu

Sinar UVB memiliki panjang gelombang 280-315 nm kedua dan berada di bawah UVA. Sinar UVB tetap memberikan dampak buruk pada kulit, walaupun tidak dapat menembus lapisan awan serta kehadirannya akan sedikit pada cuaca mendung dan berawan. Dampak buruk tersebut  seperti meningkatnya sensitivitas kulit, kulit terbakar dan menggelap, hingga memicu inflamasi yang menyebabkan jerawat.

  1. Sinar UVC

Jenis sinar UV terakhir ini memiliki gelombang cahaya yang paling pendek, yaitu sekitar 180-280 nm. Sinar UVC memiliki gelombang cahaya yang pendek, sehingga sinar UVC ini dinilai tidak dapat menembus lapisan ozon bumi. Jadi bisa disimpulkan, sinar UVC tidak dapat memberikan dampak buruk pada kulit kita.

Nah, itulah ketiga jenis sinar UV serta dampaknya bagi kesehatan kulit kita. Namun perlu Anda ketahui, bahwa Indonesia sebagai negara tropis memiliki Indeks UV yang tinggi dengan risiko berbahaya, bahkan bisa sangat berbahaya pada kulit. Oleh karena itulah, diperlukan penggunaan sunscreen di setiap harinya, meskipun Anda beraktivitas di dalam rumah. Terlebih disebutkan dalam sebuah penelitian, 80% faktor penuaan dini pada kulit adalah disebabkan oleh sinar UV.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja Kejari Kepulauan Meranti, BRK Syariah Lanjutkan Penandatanganan SKK

Jadi, penggunaan sunscreen itu merupakan hal utama untuk memiliki kulit sehat dan awet muda. Nah, untuk melindungi kulit dari pancaran sinar UV yang berbahaya tersebut, maka kamu perlu memilih jenis sunscreen yang cocok serta memiliki proteksi UV yang kuat. Untuk mengetahui jenis-jenis sunscreen tersebut, yuk baca artikel selanjutnya!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *