Hina Tokoh Riau, Anak Kemanakan Siap Hadapi Larsen Yunus

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ucapan Larshen Yunus, yang menyebut tokoh-tokoh Riau, sebagai kelompok yang sudah bau tanah, sebagai kelompok yang stress, dan bahkan sampai menyebut para tokoh Riau sebagai sampah masyarakat, seperti yang termuat dalam Genta Online, Kamis 21 Desember 2023, mendapat respon dari anak kemenakan Melayu yang berhimpun dalam sejumlah lasykar di Riau.

Menyikapi pernyataan yang melcehkan tersebut, sejumlah pimpinan lasykar yang tergabung dalam “Aliansi Anak Kemenakan” antara lain: Pemuda Melayu Riau (PMR), Tameng Adat, Gerakan Pemuda Melayu (GPM), Lembaga Lasykar Pagar Negeri (LLPN), Pemuda Melayu Nusantara (PMN), Ikatan Pemuda Pekanbaru (IPP), Lasykar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB), Pemuda Melayu Riau Bersatu (PMRB) dan Forum Pembela Bumi Lancang Kuning (FPBLK), Gerakan Anak Melayu (GAM), dan sejumlah perwakilan oragnisasi Melayu lainnya, melaksanakan pertemuan, Selasa, 26/12/2023, yang secara khusus membahas pernyataan Larshen tersebut.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Diperkuat Modal dari Pembiayaan BRK Syariah, Abdul Manan Kini Miliki 2 Kilang Pengolahan Sagu

Salah satu anggota “Aliansi Anak Kemenakan” Tengku Heriyanto, mengatakan bahwa pernyataan Larshen Yunus tersebut, sudah sangat melecehkan para tokoh Melayu di Riau. Menurut Tengku Heriyanto, bukan sekali ini saja LY melecehkan tokoh Riau, tapi sudah berulangkali dilakukan.

“Sikap LY ini sudah sangat keterlaluan, dan memandang tokoh Riau dengan cara yang melecehkan. Dengan tidak menyebut nama, dan hanya menyebut tokoh masyarakat, tokoh adat, dan Pemuka Masyarakat, maka kami nilai LY telah melibatkan semua tokoh dalam pernyataannya. Hal ini tak bisa kita abaikan, dan berpotensi menimbulkan masalah di tengah masyarakat. Kita akan segera bersikap, dan telah merumuskan opsi-opsi yang akan kita ambil untuk menjawab hal itu,” kata Tengku Heriyanto.

Baca Juga :  Kunker ke Rohil, Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Panipahan

Senada dengan Tengku Heriyanto, Panglima Pemuda Melayu Riau, Datuk Afrizal Anjo, mengatakan bahwa ujaran yang disampaikan oleh Larshen Yunus, di Genta Online, jelas-jelas telah merendahkan kehormatan para tetua Riau, dan kami sebagai anak kemenakan tidak dapat menerima hal tersebut. “Kami dari sejumlah laskar Melayu, akan mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu. Kami akan mempertimbangkan untuk melaporkan yang bersangkutan ke polisi,” kata Panglima Afrizal Anjo.

Sementara itu, Khalid, dari Front Pembela Bumi Lancang Kuning, menyatakan, bahwa ucapan Larshen tersebut sudah tidak pada tempatnya, jauh dari adab Melayu.
“Kalimat-kalimat LY, kami nilai itu sudah melampaui batas kewajaran, dan kami sebagai anak kemenakan, juga merasa ikut terlecehkan dengan kata-kata yang dikeluarkan. Kita tentu tidak akan tinggal diam, dan akan menanggapi permasalahan ini dengan segera,” pungkas Khalid. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *