LAM Kota Batam Sambut Kunjungan LAMR Kabupaten Siak

RiauKepri.com, BATAM – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri) Kota Batam menyambut kunjungan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak di Gedung Nong Isa, Batam Kota, Batam pada Kamis (28/12/2023) pagi.

Sebanyak 12 pengurus LAMR Kabupaten Siak hadir dalam kesempatan tersebut. Termasuk di dalam rombongan adalah Ketua Dewan Kehormatan LAMR Kabupaten Siak, Muhammad Nasir Katan.

Kegiatan diawali oleh penyambutan di Lobby utama Gedung Nong Isa yang merupakan gedung utama LAM Kepri Kota Batam. Kemudian berlanjut dengan perkenalan pengurus LAM Kepri Kota Batam dengan tim dari LAMR Kabupaten Siak.

Kegiatan berlanjut dengan diskusi budaya. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Kehormatan LAM Kepri Kota Batam, Dato’ Muhammad Sahir Ibrahim; Wakil Ketua II LAM Kepri Kota Batam, Dato’ Ardiwinata; Pengurus LAM Kepri, Dato’ Muhammad Zen; juga Ketua Dewan K inehormatan LAMR Kabupaten Siak, Muhammad Nasir Katan sebagai pengisi diskusi budaya ini.

Baca Juga :  Radja Meet Bestie, Ian Kasela Bakal Hibur Warga Batam

Ketua Bidang Hubungan Internasional, Dato’ Samson Rambah Pasir menjadi pembimbing diskusi.

Dalam diskusi tersebut, Ardiwinata menjelaskan Kota Batam telah memiliki cagar budaya; Peraturan Daerah (Perda) tentang pemajuan Budaya Melayu; juga Tim Ahli Cagar Budaya yang bertugas melakukan kurasi atas objek yang diduga cagar budaya (ODCB).

Ardi juga menjelaskan berbagai kegiatan kebudayaan di Kota Batam terus dilaksanakan setiap tahun, dalam lingkup kegiatan besar bernama Kenduri Seni Melayu (KSM). KSM sendiri telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan terus akan digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

Baca Juga :  Rudi-Marlin Ikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi bersama Presiden Jokowi

Di dalamnya ada seni Tari Melayu; Permainan Tradisional Gasing; Gurindam dan Pantun; dan objek kebudayaan Melayu lainnya.

Nasir Katan, dalam kesempatan tersebut menjelaskan kalau LAMR Kabupaten Siak juga memiliki berbagai agenda di Siak. Salah satu yang terbaru adalah program Restorative Justice. Program Restorative Justice ini adalah naungan bagi penyelesaian pertikaian terkait budaya yang ada di Kabupaten Siak.

Diskusi berlanjut dengan saling berbagi informasi perihal penguatan kelembagaan, utamanya pada tataran legal formal LAM Kepri Kota Batam dan LAMR Kabupaten Siak.

Baca Juga :  Hingga Pukul 12.00 WIB, Neno Warisman Masih di Dalam Bandara Hang Nadim

Sekertaris Umum LAM Kepri Kota Batam, YM H. Muhamad Amin, mengatakan pihaknya juga mengajak pengurus LAMR Kabupaten Siak untuk makan beridang. Makan beridang ini sendiri adalah bagian dari adat-istiadat yang terus ada dan akan dilestarikan bersama.

Prosesi makan beridang ini menjadi akhir dari kunjungan LAMR Kabupaten Siak di Kota Batam. Amin berharap akan menjadi berkah bagi pemajuan kebudayaan Melayu ke depan.(RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *